1 May 2007 : Benarkah Feng Shui yang tepat menentukan sebuah pernikahan?

Fiuh..my big day kurang dua minggu lagi nih…huehuehuehe…Rasanya bercampur aduk antara deg-degan, takut salah pilih suami (WHAT???), seneng, kuatir, sampe ga sabar pengen cepet kelar..hehehe..

 

Well, kalo mau flash back lagi, sepertinya benar juga apa kata orang bahwa persiapan pernikahan itu menguras tenaga dan emosi. Bener juga apa yg dikatakan orang-2 bahwa pernikahan itu tidak hanya menyatukan saya dan calon suami saya saja, namun juga keluarga kami. Dan..bener juga apa yg dikatakan orang-orang bahwa pada saat persiapan pernikahan kita jadi semakin tahu sifat pasangan kita sebenarnya..

 

Kalo diinget lagi, masalah selama persiapan pernikahan saya lumayan banyak..Mulai dari bertengkar sama WO, bertengkar sama pasangan sendiri, orang tua sempet ga enakan, papa and mama bertengkar, nenek dengan mama bertengkar, hingga ada salah seorang tante and sepupu saya yang harus operasi gara-gara penyakit yang lumayan parah..

 

Pada saat banyak masalah dateng, saya sempet berpikir, “Aduh Tuhan, kenapa pas saya mempersiapkan merit banyak banget masalah yg datang?”. 

 

Jujur saya sempet merasa takut and sedih pas ada salah seorang saudara saya yang bilang, “Ah, mungkin ini semua gara-gara feng shui mu and heryono ga cocok”. Gila deh, enak banget ngomongnya…

 

Pas denger perkataan mereka, saya (yang tidak percaya akan feng shui dan sejenisnya) berusaha untuk mengcounter pemikiran saya, intinya, jangan sampe diri saya yg sedang dalam banyak masalah seperti itu mulai percaya akan feng shui dan segala ramalan yg ada. 

 

Namun, ditengah-tengah usaha untuk mengendalikan pikiran, temen-temen di kantor malahan men-‘jejal’-i saya dengan berbagai macam kepercayaan Jawa. Salah satunya adalah bahwa masalah itu memang ada dan akan banyak menghujani orang-orang yang mau merit. Makanya, dalam tradisi Jawa, calon pengantin harus dipingit dahulu beberapa bulan sebelum hari pernikahannya. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan calon pengantin itu dari masalah. Dengan kata lain, melimpahkan masalah dan cobaan itu dari si pengantin ke orang lain (namun yang masih ada kaitannya dengan si pengantin, misalnya kakak, orang tua, dsb..)..

 

Mmm…jujur, perkataan orang-2 di sekeliling saya mengenai feng shui dan tradisi Jawa ini membuat saya mulai ragu..Apakah benar apa yang mereka katakan? Apa saya harus mulai dipingit? Hehehe..Atau…apakah setiap permasalahan ini merupakan pertanda bahwa Heryono bukanlah pasangan hidup saya yg terbaik?

 

Kemudian, saya mulai merenung dan mulai berusaha untuk berpikir positif. Tiba-tiba terlintas dalam pemikiran saya bahwa masalah dan cobaan dalam persiapan pernikahan itu memang harus ada untuk mengasah hubungan saya dengan calon suami saya. 

 

Saya mulai berusaha mengingat, dan memang benar, hubungan kami berdua jauh lebih baik dibandingkan sebelum masalah ini datang menghampiri kami berdua. Setiap permasalahan dan cobaan mengajarkan saya bagaimana harus menyesuaikan diri dengan pasangan saya  dan bagaimana saya harus bersikap terhadap mama mertua saya…

 

Jadi, menjawab pertanyaan saya diatas, Benarkah Feng Shui yg tepat menentukan sebuah pernikahan? Sekarang saya bisa menjawab bahwa keputusan dan sikap kita lah yg menentukan arah sebuah pernikahan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s