28 Oct 2005 : Ketika keperawanan dipertanyakan…

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Rabu, ada seorang teman yang curhat kepada saya bahwa dia telah jatuh dalam seks bebas.
 
 
 
Hal ini sangat mengejutkan saya. Teman saya itu termasuk anak yang menarik, terjun dalam pelayanan, serta sangat cerdas. Rasanya tidak mungkin banget kalo dia sampai jatuh dalam pergaulan bebas.
 
 
 
Seks merupakan masalah yang sering dihadapi oleh siapapun, entah itu anak muda, orang yang sudah tua, bahkan saya sendiri. Seks merupakan kebutuhan manusia yang (kadang-kadang) harus dipenuhi, apalagi jika orang tersebut telah memasuki usia dewasa.
 
 
 
Tapi pertanyaannya, apakah kita harus kalah (jatuh dalam dosa) dan mengorbankan diri kita sendiri hanya karena seks?
 
 
Apakah kita harus mengorbankan keperawanan demi orang lain?
 
 
 
Temen-2 (khususnya yang cewek)…Hidup kita bukanlah diukur dari selaput keperawanan. Jadi, sebenarnya masalah utamanya bukanlah perawan atau tidak. Melainkan kesucian (kekudusan) diri kita…Selaput keperawanan bisa robek karena aktifitas ataupun kejadian lainnya (misal terjatuh atau karena berolahraga)…Tetapi kekudusan diri kita bisa rusak hanya oleh apa yang kita lakukan/perbuat (dosa).
 
 
 
Kesucian (atau kekudusan) sangat luas sekali cakupannya, yaitu mencakup hubungan kita dengan Tuhan bahkan berhubungan dengan image kita terhadap diri kita sendiri..
 
 
 
Seks bebas merupakan dosa…Ketika kita melakukan seks bebas muncul rasa bersalah, seakan-akan dalam hati ini terus diingatkan bahwa apa yang kita perbuat adalah dosa besar. Ini menyebabkan kita terpisah dari Allah dan tidak mempunyai kedamaian… 
 
 
Seks memberikan kenikmatan sesaat, tapi menimbulkan after effect yaitu rasa bersalah yang lama hilangnya.
 
 
Seks tidak hanya mengakibatkan dosa, tetapi juga merusak moral dan kepercayaan yang sudah diberikan oleh orang tua. Saya yakin suara hati kita akan terus mengintimidasi kita mengenai dosa yang kita lakukan. Jelas ini akan berdampak terhadap image yang kita miliki terhadap diri kita sendiri.
 
 
Dengan kata lain, kita akan cenderung menyalahkan diri kita sendiri dan tidak mau mengampuni diri sendiri, sehingga kita akan jatuh dalam dosa yang sama (sebab kita udah pasrah dan beranggapan, ya udahlah..udah kejeblos ini…)…
 
 
Ini pemikiran yang salah..Jika temen-2 ada yang sudah terlanjur melakukan seks bebas, maka cepet-2 STOP dan minta pengampunan dari Tuhan. Tidak ada satu dosapun yang Tuhan tidak sanggup ampuni… DIA ADALAH ALLAH YANG MAHA PENGAMPUN!!! Langkah kedua adalah ampuni dirimu sendiri. Jangan berlarut-larut dalam rasa bersalah…Tuhan sudah mengampunimu…sekarang giliran kamu untuk mengampuni dirimu sendiri…
 
 
Selain itu, jaga apa yang masuk ke otak kita. Jangan pernah sekalipun melihat video atau gambar porno…atau membaca cosmopolitan dan majalah-majalah dewasa lainnya…Saya tidak mengatakan bahwa cosmopolitan jelek, tetapi target segmen dari majalah ini adalah wanita dewasa yang telah menikah, sehingga wajar jika artikel cosmo mengenai teknik-teknik atau info seputar seks…Percaya deh, saya pernah melihat film dan gambar porno, dan itu sama sekali ga ada bagus-bagusnya buat kita…Hal-hal yang berbau porno sangat merusak hidup kita…
 
 
Batasi apa yang masuk melalui mata dan telingamu..Jika kamu memasukkan sampah, maka dapat dipastikan yang keluar juga sampah..
 
 
Tidak munafik, sebagai manusia saya juga mempunyai kelemahan terhadap seks. Tetapi mari bersama-sama berjuang mengalahkan diri kita sendiri…Meminjam istilah SBY, BERSAMA KITA BISA !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s