July 2007 : Road to Makassar..

Akhirnya datang juga hari keberangkatan kami ke Flores. Fyi, suami saya itu sangat suka traveling, dia sangat berambisi untuk menjelajahi beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena itu dalam perjalanan kali ini, suami memutuskan untuk berangkat ke Flores via Makasar.

 

Pada awalnya saya sangat tidak setuju dengan keputusan suami untuk berangkat ke Flores via Makasar. Begitu banyak faktor yang melatarbelakangi hal ini, antara lain membuang uang, membuang waktu (dengan ekstra liburan kami ke Makasar, kami akan semakin lama untuk set up bisnis di Flores), saya ingin bertemu dengan Yolanda (kakak perempuan saya) yang saat itu ke Surabaya, dan yang terakhir serta terpenting, kemalasan saya untuk naik kapal PELNI dari Makasar menuju ke Flores. Maklum, rute Makasar-Flores hanya dapat dilalui dengan menggunakan kapal laut PELNI saja (tidak ada pesawat udara).

 

Kejengkelan saya ini bener-bener memuncak pada tanggal 22 Juli 2007, hari kepergian kami ke Makasar. Saat itu saya mengeluarkan aksi mengancam suami saya, yaitu saya mengancam untuk tidak ikut ke Makasar dan berniat menjual tiket saya. Setelah berdebat sana-sini, akhirnya saya menyerah dan ikut suami ke Makasar. Yang pasti saya kesellll banget pada saat itu. Yang terlintas di pikiran saya saat itu hanya satu, “Emang dasar pria, kalo maunya apa pasti pengen banget dituruti”.

 

Namun, kejengkelan saya ini langsung menghilang begitu kami menjejakkan kaki di Makasar. Menurut saya, Makasar benar-benar merupakan kota pantai yang nyaman dan indah. Cottage yang saya tempati, Pantai Gapura, semakin membuat saya betah berlibur di Makasar. Menurut kami, Pantai Gapura merupakan cottage yang nyaman dan bersih untuk ditinggali selama berlibur di Makasar.

 

Ditambah lagi makanan dan jajanan khas Makasar : Coto Makasar, Sop Konro, Pangsit Mie Makasar, Kepiting, hingga Es Pisang Ijo dan Palu Butung. Uenakkkk tenan bow…Mampu membuat saya bertahan berhari-hari di Makasar…

 

Tidak terasa tiga hari berlalu dengan cepat, kami harus mengakhiri liburan kami di Makasar. Berdasarkan pengalaman saya, ternyata berlibur di Makasar sangat mengasyikkan dan Makasar merupakan kota yang layak untuk dikunjungi. Makanan, jajanan, dan udaranya yang hangat jelas akan membuat saya kangen setengah mati dengan kota ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s