Apa susahnya hidup di Labuan Bajo?

Sejujurnya hidup di Labuan Bajo penuh dengan tantangan dan perjuangan. Bagaimana tidak, saya terbiasa hidup di kota besar yang kaya dengan teman dan fasilitas. Tiba-tiba harus ikut suami tinggal di kota (lebih tepatnya desa) kecil seperti ini, tidak punya teman yang sepadan dan hidup di kota berfasilitas minim.

Alasan utama saya tidak mempunyai teman adalah karena adanya perbedaan umur, pola pikir dan latar belakang dengan orang-orang lainnya. Di sisi lain, kesibukan sebagai istri dan mama mengurangi waktu saya untuk bersosialisasi dengan orang-2 lainnya.

Fasilitas minim Labuan Bajo yang saya maksudkan bukanlah hanya mall semata. Namun fasilitas penunjang utama seperti :

1.   Listrik 

Di awal kepindahan saya ke Labuan Bajo, listrik hanya menyala selama 8 jam per hari. Lewat dari itu, kami harus menggunakan genset. Seumur hidup, saya tidak pernah mengalami yang namanya mati lampu. Sepertinya kehidupan saya di Jawa sebelumnya benar-benar nyaman dengan listrik yang menyala 24/7. 

2.   Ketersediaan air bersih    

Air PAM hanya mengalir 3 hari sekali. Ini disebabkan karena kacaunya instalasi pipa air di Labuan Bajo. 

3.  Sarana informasi (televisi) dan komunikasi (telpon, HP, internet)

Informasi dan komunikasi merupakan hal terpenting. Berkat kemajuan teknologi, pertukaran informasi dan komunikasi dapat kita lakukan dengan cepat dan mudah, bahkan hebatnya bisa lintas negara. Sayangnya, sarana di Labuan Bajo tidak mendukung pertukaran informasi dan komunikasi tersebut.  

Akses televisi hanya bisa diperoleh dengan menggunakan parabola. Padahal tingkat ekonomi masyarakat Labuan Bajo rendah, sehingga tidak semua orang bisa membeli parabola.  

Jaringan HP dan telpon sangat jelek. Susah untuk menelepon ke HP Labuan Bajo. Fiuh, serasa tinggal di hutan deh.

Beda lagi dengan internet. Internet baru masuk ke Labuan Bajo setahun terakhir ini. Untungnya koneksi internet Speedy di Labuan Bajo lumayan cepat.  

Menurut saya, keterbatasan informasi ini merupakan salah satu penyebab kualitas SDM Labuan Bajo sangat rendah.

Perbedaan budaya dan minimnya fasilitas ini kelihatannya simple, namun ternyata sangat mempengaruhi cara pandang dan tindakan saya setelah saya tinggal di Labuan Bajo. Saya pasti akan banyak bercerita di postingan berikutnya. Tunggu aja ya😀

One thought on “Apa susahnya hidup di Labuan Bajo?

  1. Jadi,, ngapain ada di Labuan Bajo, Mbak?Pasti punya usaha hotel atau resto di sana buat wisatawan, ya..Kabur ya?Pegawai LSM ya..?Salah pesawat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s