Aug 2010 : The Great Silolona

Suatu sore di bulan Agustus, saya bertemu dengan Om Edo, salah satu customer saya yang berdomisili di Bali. Pada saat itu dia melakukan perjalanan bisnis di Labuan Bajo. Selama satu jam kami berbicara tentang segala hal, mulai dari Bupati yang baru hingga pariwisata Labuan Bajo, sampai akhirnya secara tidak sengaja beliau bercerita mengenai Kapal Silolona Sojourns.
Kapal Silolona Sojourns merupakan sebuah kapal phinisi untuk turis yang sangat mewah dan konon termahal di Indonesia. Karena tarifnya yang mahal, tidak semua orang dapat naik ke kapal ini, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang kabarnya berasal dari kalangan jet set luar negeri.
Beberapa waktu yang lalu kapal Silolona sempat menjadi pembicaraan hangat di Labuan Bajo. Bagaimana tidak, pada saat itu client Silolona yang akan berlibur di Labuan Bajo datang ke kota ini dengan mengunakan pesawat pribadi. Bahkan saking susahnya mencari makanan import di Labuan Bajo, pesawat itu juga digunakan sebagai sarana transportasi dari Labuan Bajo-Bali-Labuan Bajo hanya untuk membeli bahan makanan bagi si client, seperti ice cream dan buah nanas.
Cerita hebat mengenai Silolona membuat saya penasaran. Seberapa hebatnya sih kapal ini? Apa daya tarik Silolona sampai seseorang harus mengeluarkan uang yang besar jumlahnya hanya untuk naik kapal ini?
Akhirnya saya mengumpulkan informasi mengenai Silolona melalui internet. Dan saya dikejutkan dengan beberapa foto yang menunjukkan kemewahan kapal ini. Belum lagi beberapa ulasan dari media online yang menggambarkan Silolona sebagai kapal impian.
Informasi dari internet ini makin membuat saya penasaran, hingga suatu hari ada seorang staf Silolona, Pak Doni, datang berbelanja ke toko saya. Wah, beliau datang di saat yang tepat ! Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung menawarkan beberapa barang dagangan saya ke Pak Doni. Kemudian, Pak Doni mengundang saya ke kapal Silolona untuk bertemu dengan rekan-rekannya yang lain.
Malamnya, saya dan suami ke kapal Silolona. Begitu memasuki kapal tersebut saya dibuat terpesona dengan kemewahan interiornya dan keramahan (plus kegendhengan) staffnya (Pak Yudha, Nasir and Budhi).
Lalu Pak Doni mengajak saya berkeliling ke kapal tersebut. Waow !!! Sekali lagi saya terbuai dengan interior kamar tamu Silolona yang mewah dan sarat dengan budaya Indonesia. Jelas terlihat bahwa kapal Silolona dibuat dengan perencanaan yang matang, ditunjukkan dengan tata ruang yang memaksimalkan setiap sudut kapal ini.
Hal lain yang membuat saya terkejut adalah seluruh staff Silolona merupakan orang asli Indonesia. Sebelum saya ke kapal, saya sempat berpikir, pasti ada campur tangan orang asing di kapal ini. Ternyata dugaan saya salah. Kapal ini memang dimiliki oleh orang asing, namun dikelola oleh orang asli Indonesia.
Jujur saya kagum dengan Ibu Petty, pemilik dari Kapal Silolona yang berasal dari Amerika. Beliau sangat menghargai Indonesia, mulai dari budaya, sumber daya manusia, hingga daerah-daerah pariwisata di Indonesia. Bila dipikir secara logika, sangat mudah bagi beliau untuk memberdayakan orang asing, namun dia percaya akan kredibilitas manusia Indonesia. Beliau juga memajukan pariwisata di kota-kota kecil Indonesia seperti Labuan Bajo dan Raja Ampat. Dalam beberapa trip-nya, Silolona juga memperkenalkan budaya, dengan mengorganisir pertunjukkan tarian dari masyarakat setempat.
Andai saja kita sebagai orang Indonesia juga mempunyai rasa bangga akan negeri ini sama seperti Ibu Petty, saya yakin pariwisata Indonesia akan maju pesat. Banyak diantara kita, termasuk saya lebih cinta dan bangga dengan tempat pariwisata luar negeri, padahal Indonesia memiliki tempat pariwisata yang indah dan diakui oleh dunia international, seperti Lombok, Bali, dan Pulau Komodo.
Akhirnya, kunjungan pertama saya ke kapal Silolona harus berakhir. Kunjungan tersebut telah menjawab rasa penasaran akan kapal ini. Sekarang saya bisa menjawab apa daya tarik Silolona? Jawaban saya adalah, selain kemewahannya, Silolona juga memberikan pelayanan terbaik. Kunci dari pelayanan Silolona adalah ‘personal’, hingga tamu yang menginap di kapal ini dibuat senyaman mungkin serasa di rumah sendiri padahal sedang berada di tanah orang.
Saya acungkan 4 jempol kepada seluruh kru Silolona. Sungguh membuat saya bangga akan kualitas SDM bangsa Indonesia. Di balik ke-gendheng-an para kru, tersembunyi orang-orang  yang sopan dan pintar berempati, mengetahui keinginan orang lain dan dapat memenuhinya. Sangat merepresentasikan karakter positif dari orang-orang Indonesia.
Hal inilah yang dicari oleh wisatawan, baik asing maupun lokal, yaitu pelayanan yang berbasis empati. Dan Silolona mampu memberikan ini semua, pelayanan professional dan personal serta staff yang memiliki kapabilitas untuk berempati terhadap tamunya. I’m so proud of Silolona Sojourns. Thanks Silolona sudah memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Dan terima kasih atas persahabatan dan keramahan dari Bapak semua, khususnya Pak Yudha, Pak Nasir, dan Pak Viktor. I miss u all *_*

Photo courtesy of http://www.silolona.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s