Save the water, please…!!!!

Bagi saya, hidup di Labuan Bajo sangat challenging. Di kota ini sarana dan prasarana sangat terbatas, berbeda 180 derajat dibandingkan hidup di kota besar. Terutama dalam hal ketersediaan air bersih.  

Di Labuan Bajo, air PAM hanya mengalir selama 3 hari sekali. Disinilah kesempatan kami untuk menampung air sebanyak-banyaknya di tandon. Kalo lagi beruntung, kami bisa menampung hingga satu tandon full. Tapi kalo lagi apes, kami hanya bisa menampung setengah tandon saja. Air setengah tandon itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air, yaitu untuk mandi, cuci baju, cuci piring, dsb. Kalo untuk air minum, kami biasanya menggunakan air gallon. 

Kemarin, saya mengalami bagaimana susahnya hidup tanpa air. Ditengah-2 rutinitas mandi, tiba-2 air mati. Padahal saat itu kepala dan tubuh saya penuh dengan shampoo serta sabun. Akhirnya saya berteriak minta tolong ke suami. Suami langsung check posisi air dan ternyata air tandon tinggal sedikit, hanya cukup untuk bilas saja. Sedangkan air untuk cuci baju dan cuci piring tidak ada. 

Saat itu saya langsung terpikir. Ga ada air sama dengan ga bisa hidup. Sama seperti udara, air salah satu unsur yang terpenting agar kita tetap hidup. Hidup kita sangat bergantung pada air, secara 70 persen dari tubuh kita adalah air. Bagi saya, lebih baik tidak makan daripada tidak minum. Air juga sangat dibutuhkan untuk kebersihan kita. Apabila diri sendiri dan lingkungan bersih, maka kesehatan dapat tercapai.  That’s why gerakan SAVE THE WATER sangat penting dilakukan.  

Caranya? 

1.     Mulai dari diri sendiri, biasakan menggunakan air seefisien mungkin. 

Terbatasnya air mendorong saya untuk memutar otak bagaimana menghematnya terutama pada saat mandi.  Akhirnya saya menemukan suatu cara yang menurut saya efisien, yaitu awali dengan bilas badan, pengaplikasian sabun cuci muka dan sabun mandi secara berurutan, kemudian baru dibilas. 

Dulu sebelum saya peduli dengan air, saya cenderung untuk memakai sabun mandi, bilas, kemudian sabun cuci muka, bilas. Ternyata ini sangat memboroskan air. Selain itu mandi dengan menggunakan shower dapat lebih menghemat air dibandingkan dengan menggunakan gayung.  

Saya juga seringkali mengamati, banyak hal kecil yang menjurus kearah pemborosan air.  Misalnya: 

–       Pada saat cuci tangan, seringkali lupa mematikan air pada saat memakai sabun.  

–       Pada saat gosok gigi seringkali air tidak dimatikan.  

Saat saya menegur seseorang, alasannya selalu, “Kan pakai sabun dan gosok gigi cuman bentar”.

Yeah I know, tapi sesingkat apapun, tetap saja air bersih itu terbuang. Gimanapun juga, kita harus membatasi pembuangan air bersih melalui hal terkecil sekalipun.

2.     Ajari pembantu atau orang terdekat lainnya untuk menghemat air

Saya selalu mengajarkan langkah-2 sbb kepada pembantu saya:

a.       Air bekas cuci baju (terutama biasanya pada saat limbahan terakhir) digunakan kembali untuk menyiram tanaman, merendam pakaian selanjutnya, dsb.

b.      Menadah air pada saat mencuci piring.

c.       Mengawasi pengisian bak mandi, agar air tidak terbuang sia-sia. Biasanya, pembantu tidak mengawasi, sehingga air di bak terbuang percuma.

 

3.     Pemerintah daerah harus serius menangani distribusi dan pembagian air bersih, salah satu caranya dengan menata ulang instalasi pipa air ke rumah-rumah.

4.     Perlu adanya sosialisasi dari pemerintah dan LSM lainnya mengenai gerakan Save The Water.

Menurut saya, sosialisasi ini sangat penting dilakukan. Baik melalui iklan maupun sosialisasi secara langsung oleh pemda setempat. Masyarakat Indonesia pada umumnya sudah terbiasa dengan air yang melimpah, sehingga seringkali mereka cenderung membuang-buang air.

Padahal saat ini jumlah air di bumi ini sangat terbatas. Informasi mengenai keterbatasan air ini penting untuk diberikan kepada mereka. Penduduk di daerah, misalnya seperti Labuan Bajo, tidak mengetahui mengenai hal ini, sehingga mereka cenderung tidak berusaha untuk menghemat air. Dengan tingkat intelektualitas yang rendah, mereka tidak dapat membayangkan efek jangka panjang serta tidak mempunyai pikiran bahwa eksistensi air penting bagi kehidupan mereka. Disinilah pemda setempat perlu untuk mensosialisasikan gerakan ini.

 

Bagi saya, dari keempat langkah diatas yang paling penting adalah memulai dari diri sendiri. Sudahkah Anda menghemat air?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s