Positive Value

Dalam hidup ini hal yang paling saya hargai adalah persahabatan. Seorang sahabat baik adalah harta yang kekal, dibandingkan dengan uang maupun kedudukan. Pada saat kita terjatuh, entah jatuh karena suatu masalah atau bangkrut, kita bisa langsung berdiri tegak dengan dukungan Tuhan, keluarga, serta teman. That’s why I value friendship very much.

Baru-baru ini saya mendapatkan 3 orang teman baru, yaitu Pak Yudha, Pak Victor, and Pak Nasir. Pertemuan kami diawali dari hubungan bisnis yang kemudian berakhir menjadi hubungan pertemanan. 

 

Kalo dilihat secara sekilas dari penampilan fisik mereka, mereka bertiga terlihat seperti preman. Apalagi Pak Nasir dengan rambut gondrongnya ;D  Siapa yang menyangka bahwa ternyata mereka adalah orang-orang yang memiliki pemikiran TOP serta visioner.

Sebenarnya pertemanan saya dengan mereka tergolong singkat. Namun entah mengapa saya merasa sudah mengenal mereka sejak lama.

 

Hal yang membuat saya kagum adalah, mereka sangat JUJUR. Jujur dengan pemikiran dan dengan perasaan mereka. Membuat saya makin kagum, sebab di jaman seperti saat ini sulit menemukan orang yang jujur seperti ini.. Yeah, saya sudah cukup ‘muak’ dengan basa-basi and makhluk-2 ‘bertopeng’, alias munafik.

 

Ada hal lain yg membuat saya kagum, yakni cara mereka memperlakukan seseorang. Mereka pintar berempati dan pintar membuat orang merasa ‘special’. Mungkin inilah rahasia dibalik kesuksesan mereka bertiga dalam mengelola bisnis yang mereka geluti saat ini.

 

Suatu ketika, saya dikejutkan dengan pemikiran Pak Yudha. Beliau merupakan seorang pribumi asal Surabaya dan seorang muslim. Namun, tidak seperti orang kebanyakan, beliau sangat menghargai perbedaan baik agama maupun ras.

 

Pada saat kerusuhan Mei, dia ikut sedih melihat kaum Tionghoa ‘teraniaya’.  Dia juga tidak setuju dengan pernikahan sesama ras. Pernah ada seorang temannya yang terpaksa menikah dengan laki-laki pilihan ibunya, hanya gara-gara mantan pacarnya berasal dari ras yang berbeda. Ujung-ujungnya, pernikahan sahabatnya itu tidak berakhir dengan kebahagiaan.

 

Selama ini, saya telah bergaul dengan orang pribumi dan muslim, namun saya jarang menemukan orang pribumi yang  perhatian dengan orang Tionghoa.  Dari Pak Yudha saya belajar bagaimana kita harus menghargai perbedaan satu sama lain dan menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekayaan.

 

Inilah yang saya butuhkan, seorang teman yang mampu memberi dampak dan pandangan positif akan sesuatu. Sudah lama saya tidak bertemu dengan orang dengan pemikiran hebat. Mungkin sejak saya pindah ke Flores ;p

 

Pertemanan dengan orang-orang seperti Pak Yudha, Pak Nasir, and Pak Victor membuka wawasan saya. Mereka mengubah cara pandang saya akan orang pribumi dan muslim bahwa tidak  semuanya berpikiran sempit.. Ternyata masih ada orang-orang yang rindu melihat persatuan antara pribumi vs Tionghoa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s