Kegagalan? Itu pembelajaran…

“I haven’t failed, I’ve found 10,000 ways that don’t work” – Thomas Alfa Edison.  

Sebelum menemukan lampu pijar, Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang.   

Thomas Alfa Edison tidak pernah menganggap kegagalan sebagai suatu kegagalan – suatu kondisi dimana dia menyerah dan berhenti berusaha. Bagi dia, kegagalan merupakan awal dari segalanya, sekaligus sarana untuk mengevaluasi penyebab kegagalannya.

Pengalaman dan cara pandang Thomas Alfa Edison benar-benar menginspirasi saya.

Saya setuju dengan ungkapan bahwa kegagalan adalah langkah menuju keberhasilan.  Bagi saya, kegagalan juga patut disyukuri, sebab masalah makin mendekatkan saya kepada Tuhan. Selain itu kegagalan juga memotivasi  perubahan positif dari diri saya.

 

Bagi saya dan suami, tahun 2010 ditutup dengan kejadian yang tidak mengenakkan. Usaha kami mengalami kerugian sekitar 8 juta rupiah. Penyebabnya sekitar 14 dos minuman yang kami jual mendekati masa kadaluarsa.

Saya sudah mengetahui bahwa produk ini telah mendekati masa kadaluarsa sejak bulan Oktober 2010. Saat itu saya sudah mengajukan usul kepada suami saya, bagaimana bila minuman ini dijual rugi, mengingat masa kadaluarsa tinggal 4 bulan lagi.

Berbagai macam cara pun kami lakukan, mencari calon pembeli via telepon maupun media social seperti facebook dan twitter. Bahkan di bulan November, suami pergi ke Bali untuk menjual produk ini ke hotel dan restaurant di Bali. Misi ini berhasil, ada seseorang yang berminat membeli semua produk kami. Kami pun luar biasa gembira.

Namun pada pertengahan bulan Desember,orang tersebut menghubungi kami dan membatalkan rencana membeli produk kami. Kami sedih dan stress luar biasa. Tidak main-main, kerugian kami mencapai 8 juta rupiah. 

Pada 26 Desember, kami pun nekad pergi lagi ke Bali untuk menjual produk ini. Tapi kami gagal, tidak satu pun produk kami terjual. Sebab minggu tersebut merupakan minggu tersibuk bagi hotel dan restaurant di Bali (libur Natal dan Tahun Baru),sehingga decision maker hotel dan restaurant tersebut tidak dapat ditemui.

Kecewa dan sedih itu pasti. Tapi kami memutuskan tidak akan pernah menyerah dan terus berjuang. Toh jika dipikir ulang, masalah ini juga memberikan sisi positif bagi saya. Apa sisi positifnya? Saya makin bersandar kepada Tuhan, hubungan dengan suami makin erat, dan mendapat pembelajaran bisnis.

Semuanya ini tidak terukur dengan uang…

Well, kami mempunyai komitmen untuk lebih bekerja keras di tahun 2011 dan dengan bantuan Tuhan, kami pasti dapat mengembalikan kerugian tersebut. God’s power!!!

“Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.” – Thomas Alfa Edison.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s