M.A.M.A

Saya pernah mendapat ilustrasi yang menggambarkan bahwa mama (ibu) merupakan malaikat yang dikirim oleh Tuhan untuk menjaga anaknya. Di artikel lainnya disebutkan bahwa Tuhan mendesign seorang wanita sedemikian rupa agar beliau tahan banting dalam menjalankan perannya sebagai ibu dan istri.

Saya setuju dengan artikel dan ilustrasi tersebut. Bagi saya, mama is my super WOMAN.


Saya ingat masa kecil hingga remaja dulu, dipenuhi pertengkaran dengan mama. Saat itu saya tidak mengerti, apapun yang saya lakukan pasti menimbulkan pertengkaran dengannya.

 

Mama tuh rajin ngomel…LOL…Tapi hebatnya di sisi lain, dia juga rajin mendoakan saya. Tidak hanya terbatas pada ngomel dan berdoa, dia juga selalu mengajar dengan contoh.


And saya agak berubah. I belive this is because God’s power. Tuhan mengasah dan membentuk saya melalui berbagai macam peristiwa dan masalah. Perubahan ini tidak instan, menyakitkan dan memakan waktu yang lama.

 

Sekarang setelah menjadi seorang istri dan ibu, saya mulai menyadari betapa susahnya menjadi keduanya. Saya pun mulai mengerti apa maksud dan apa yang melatarbelakangi  sikap serta keputusan mama bertahun-tahun yang lalu.

 

Banyak hal-hal positif yang diajarkan oleh mama. Kesetiaan, taat kepada orang tua, integritas, mengelola uang (mama sangat pintar berinvestasi), on time, dan yang terutama takut akan Tuhan.

(Papa, Mama, Yolanda, and baby Elisa…) 

Saya selalu kagum dengan kesetiaannya akan Tuhan dan perkawinan. Selama 28 tahun, begitu banyak masalah dalam kehidupan pernikahannya. Namun mama tidak pernah menyerah dan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusannya.


Mama juga selalu mengajarkan agar kami selalu menghormati orang yang lebih tua. Suatu hari saking jengkelnya dengan nenek, saya berniat menjalankan gerakan tutup mulut Namun mama mencegah saya. Mama berkata, “Jangan, itu orang yang lebih tua..”

 

Mama mempunyai prinsip dalam hidupnya, yaitu  jangan sampe orang lain memandang rendah anaknya ….. Latar belakang mama yang berasal dari keluarga miskin, membentuk persepsinya bahwa seseorang dipandang dari uang dan kedudukan. Masa lalunya membuat dia bertekad agar anak-anaknya tidak  dipandang sebelah mata oleh orang lain. Obsesi mama adalah kami dapat hidup nyaman serta tidak dihina oleh orang lain. Itulah mengapa kami dimanjakan dengan materi.

 

Contoh yang paling ekstrem, apabila teman-teman kami hanya mengganti seragam jika seragam nya sudak rusak, maka kami selalu mengganti seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya setiap tahun.

 

Begitu pula pada saat SD, adik saya hampir dipukuli oleh ayah temannya hanya gara-gara candaan khas anak SD. Saat itu mama meebela anaknya habis-habisan bak seekor mama singa  melindungi anak-anaknya😀

 

Memanjakan kami dengan kenyamanan materi bukan berarti mama mendidik kami menjadi orang yang manja.  Beliau menuntut anaknya berpendidikan tinggi.  Mama berharap agar kami  bisa sukses dalam karier dan mempunyai kedudukan.

 

Dia selalu bangga dan gembira apabila orang lain menyanjung kami karena kami  berhasil.  Oleh karena itu, tidak seperti tipikal kebanyakan orang Tinghoa kuno, mama menyamaratakan pendidikan antara anak-anaknya yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.

 

Beliau juga orang pertama di Pasuruan yang memperbolehkan anaknya (perempuan) kos di luar kota selepas SD.  Keputusan mama mengijinkan Yolanda hidup di kos-kosan pada usia belia ditentang oleh banyak orang, termasuk dari mertuanya (nenek saya). 

 

Ketakutan mereka adalah pergaulan yang buruk dapat merusak Yolanda. Namun, untungnya ketakutan mereka tidak terbukti hingga saat ini. Kami bertiga dididik agar menjadi orang yang berpendirian kuat dan tidak mudah  terpengaruh orang lain.

 

Keputusan mama selanjutnya yang juga ditentang adalah mengijinkan Yolanda menuntut ilmu di Amerika Serikat. Nenek saya anti dengan budaya bule. Selain itu karena krisis moneter, kondisi financial keluarga kami hanya mampu membiayai pendidikan Yolanda untuk 2 tahun saja. 

 

Namun mama tetap memperjuangkan Yolanda sekolah di USA. Mama hanya mengandalkan kuasa Tuhan dan beriman bahwa Tuhan yang mencukupkan segala sesuatunya. Ternyata benar….

 

Yolanda mampu lulus tepat waktu, plus tidak rusak akibat pergaulan bule. Sesuai dengan harapan mama, Yolanda pun berkedudukan tinggi di perusahaan tempat dia bekerja (saat ini Yolanda menjabat sebagai Senior Brand Manager Scott Emulsion dan Insto).

 

Lain halnya dengan adik laki-laki saya, Valentino. Dia dilahirkan sebagai anak yang jenius. Di usia 2 tahun, Tino sudah bisa membaca beberapa kata. Melihat potensinya, Mama mendukung penuh pendidikan Tino. Berbagai macam kursus pun (matematika, bahasa inggris, tenis, dan renang) dijalani oleh Tino dan hebatnya bukan mama yang memaksa Tino untuk mengikuti kursus-kursus itu. Namun Tino lah yang memintanya.

 

Suatu hari Tino melihat iklan les kumon di Kompas. Tino meminta mengikuti les ini dan Mama mengijinkan. Padahal saat itu les kumon baru masuk ke Indonesia (Jakarta) dan harganya sangat mahal, sekitar 1 juta perbulan. Mama tidak mempermasalahkan sebab mama selalu berprinsip bahwa pendidikan adalah warisan yang kekal. Hasilnya? Tino sering menjuarai berbagai macam lomba dan saat ini dia menempuh pendidikan di Singapore dengan beasiswa penuh.

 

Bila dibandingkan dengan Yolanda dan Tino, kemampuan akademis saya jauh dibawah mereka.  Kemampuan saya yang paling menonjol adalah komunikasi dan hobi saya bermake up😀 . Untungnya, mama tidak beranggapan bahwa kepintaran seseorang hanya terkait dengan matematika. Mama mendukung keputusan saya mengambil jurusan ilmu komunikasi, padahal saat itu ilmu komunikasi hanya dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai jurusan buangan. Mama juga mengijinkan apabila saya ingin mengambil sekolah make up.

Yeah….itulah Mama, dia selalu mendukung pilihan kami, asalkan kami serius dan tidak setengah-setengah dalam menjalaninya.

 

Bisa dibilang, seluruh hidup mama adalah untuk kami anak-anaknya. Hingga detik ini, mama selalu bekerja keras, tidak pernah menutup tokonya,dan berhemat. Walau mama sakit, mama tetap memaksa dirinya menjaga toko. Demikian pula pada saat kami memaksa mama berlibur keluar negeri di saat Idul Fitri. 

 

Prinsip dia, Mama tidak pernah keluar negeri bukan masalah, yang penting anak-anaknya pernah keluar negeri dan hidup enak.

 

Dalam posisinya sebagai seorang mertua, mama juga cukup bijaksana. Mama memutuskan untuk tidak pernah ikut campur dalam kehidupan pernikahan saya. Di saat saya bercerita mengenai masalah dalam pernikahan, mama selalu memberikan saran tanpa memarahi suami saya. Sebaliknya mama selalu mengingatkan komitmen dalam pernikahan.

 

Hal lainnya yang saya kagumi dari mama adalah komitmennya dalam pelayanan serta selalu memberi (berbagi) yang terbaik kepada sesamanya. Hingga saat ini beliau berani membayar harga (baik materi maupun non materi) dalam pelayanannya di sekolah minggu dan grup paduan suara Pasuruan. Mama selalu mengingatkan dan memotivasi kami agar selalu setia dalam pelayanan.


Hati mama mudah tergerak saat melihat penderitaan orang lain. Disaat mama melihat kenalannya yang sakit ataupun tidak punya uang, detik itu juga mama akan membantu orang tersebut. Begitu pula saat mama melihat penjual Koran di pinggir jalan ataupun di mall, mama selalu memberi mereka uang. Kadang-kadang sikap mama yang terlalu murah hati membuat saya kesal. Mengapa mama mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri.

 

Mama tidak hanya menjadi berkat bagi kami anak-anaknya. Mama juga menjadi berkat bagi semua orang di sekelilingnya. Karena sikapnya yang mudah berempati, mama mempunyai relasi yang baik dengan semua orang.

 

Mama selalu menjadi role model saya. Beliau bisa sangat keras, sangat disiplin, namun di lain waktu mama bisa menjadi sahabat terdekat kami. Mama membebaskan kami untuk memilih dan mengambil keputusan yang terbaik. Sepertinya prinsip inilah yang membuat kami bertiga menjadi anak-anak yang lebih bertanggung jawab dengan pilihan kami.

 

Saat saya jauh dari Tuhan, lelah dalam kehidupan pernikahan, ataupun menemui jalan buntu dalam mendidik anak saya, saya selalu meminta saran mama.  Saya bersyukur mempunyai mama yang luar biasa. Beliau telah berhasil dalam mendidik kami anak-anaknya. Mama adalah sebuah contoh sempurna yang nyata. Thanks a lot mama. We love u *_*

 

For everybody of us who succeed, it’s because there is someone there to show you the way out” – Oprah Winfrey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s