K-Drama VS Sinetron Indonesia

Saya tergila-gila dengan drama Korea. Lalu bagaimana dengan sinetron Indonesia? I hate it !!!

 

Ada beberapa hal yang membuat saya tidak suka dengan sinetron Indonesia, yaitu :

  1. Ceritanya selalu ga jelas, berbelit-belit,dan berlebihan.
  2. Rata-rata akting dari pemainnya kaku –> coba lihat pada saat adegan marah, seringkali si pemain melotot ga jelas (untung Tuhan menciptakan bola mata yang tidak gampang terlepas :p) –> jelas perlu kursus ulang🙂
  3. Musik latar belakangnya (sound effect) aneh…selalu nadanya deng..deng..deng…(trus wajah si aktris di close up berulang kali…iuhhhhh….)
  4. Make up ga wajar –> masak pada adegan tidurpun mengenakan bedak setebal lumpur Lapindo dan bibir semerah darah plus eyeliner yang tajam banget.

*Untuk make up sudah ada kemajuan, tidak setebal dulu, tapi tetep aja pada adegan tidur si aktris pake mascara :p

   5. (point paling penting) Sinetron Indonesia tidak memberi dampak positive apapun kepada penontonnya. Malahan menurut saya, sinetron Indonesia mengajarkan kekerasan.

Poster_cinta_fitriBerbalik 180 derajat, K-drama perlu diacungi jempol.. 

Memang benar jika dibilang bahwa K-drama menjual mimpi. Namun K-drama juga mengajarkan bahwa mimpi itu tidak mustahil, asal kita perlu bekerja keras mewujudkannya (lihat drama Bread, Love, and serta Coffee Prince).

 

K-drama juga mengajarkan nilai positif lainnya, yaitu bahwa anak muda harus menghormati orang tua, baik dalam segi bahasa maupun tingkah laku. Beberapa K-drama juga mengandung filsafat dan esensi akan sesuatu yang simple. Hal ini makin memperkuat drama tersebut.

 

K-drama selalu well prepared. Saya rasa si pembuat K-drama melakukan riset sebelum melakukan produksi. Inilah yang membuat K-drama tidak kacangan. Misalnya drama Prosecutor Princess benar-benar menceritakan kehidupan lawyer disertai dengan kasus hukum dan prosesnya. Saya jadi tahu kehidupan jaksa dan lawyer.

 

Dalam setiap dramanya, juga selalu ditonjolkan budaya Korea, antara lain adat, makanan (kimchi dan jajangmyun), hanbok (baju khas korea), soju, serta kebiasaan mereka berkaraoke. Tentu saja ini sangat besar impactnya, hanbok dan makanan korea menjadi trend di beberapa Negara termasuk Indonesia… Lihat saja di beberapa mall dan juga online store Facebook, banyak sekali replica baju anak-anak dengan model hanbok. (mmm..mengapa ya di sinetron Indonesia tidak ada adegan makan sayur asem, itu kan makanan khas, siapa tau bisa popular berkat sinetron :p)

 

Tidak hanya budaya, drama atau sinetron juga dapat memperkenalkan latest fashion style. Oleh karena itu, beberapa brand kosmetik Korea pun ikut tenar seiring dengan booming-nya drama Korea (Etude).  

 

Apa penyebabnya? Lihat saja fashion dan make up pada K-drama KEREN banget. Fashionnya selalu up to date. Make up yang digunakan pun cenderung minimalis. Beda banget kan dengan sinteron Indonesia ? Jelas fashion style dan kosmetik Korea populer berkat K-drama.

 

Artis yg terlibat dalam K-drama  tidak selalu berwajah ganteng dan cantik (walau rata-rata aktris dan aktor Korea berwajah cakep), disesuaikan juga dengan peran. Rata-rata akting mereka mengesankan dan natural.

 

Ceritanya pun sangat menarik, tidak berbelit-belit. Biasanya hanya sampai 16 episode langsung tamat (ada juga yang lebih dari 16 eps). Berbalik 180 derajat dibandingkan dengan sinteron Indonesia. Lihat saja sinetron Tersanjung yang telah tayang dari tahun 1998-2005 dengan jalan cerita yang ngalor ngidul ga jelas (saya heran deh dengan produser Tersanjung, banyak orang complain tapi tetep aja sinteron ini diterusin hingga 7 tahun).

 

Apa yang saya dapatkan dari drama Korea? Bahwa kita harus bermimpi dan mengejar mimpi itu, bekerja keras, dan cinta budaya Negara sendiri.

 

Apa yang saya dapat dari sinetron? Bagaimana merencanakan kejahatan, membalas dendam, kebencian, dan kekerasan.

 

Andaikan sinetron Indonesia bisa mencontoh Korea. Tidak hanya menjual mimpi tapi juga memberi nilai positive lainnya.  

 

Never underestimate drama or film…It has a great impact….

Bread

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s