Terible Two…

Saya kesulitan dalam mendidik Nicole. Menginjak umur 2,5 tahun, kenakalan Nicole makin menjadi-jadi. Misalnya, tidak mau memakai celana, kalau sudah mandi tidak mau berhenti, tukang debat, dsb.

Saya kewalahan dan ingin menyerahhhh !!!!

Mendidik anak berumur 2 tahun benar-benar tidak mudah. Apalagi kalo tantrumnya sedang kumat.  Benar-benar masa Terrible Two😦

Teribble_twoAwalnya saya dan hubby tidak mau memukul anak. Kami menganggap bahwa memukul bukan solusi, tapi malah mengajarkan bahwa kekerasan itu sah dan boleh. Takutnya, Nicole malah jadi suka memukul. Apalagi Nicole tergolong anak yang suka copy cat perilaku orang lain, terutama papa dan mama nya. 

 

Puncak kenakalan Nicole adalah kemarin malam. Nicole tidak mau memakai celana. Kami bujuk dengan berbicara baik-baik, tapi tetap dia tidak mau nurut. Setelah hampir satu jam membujuk dia, akhirnya suami kehabisan kesabaran, dia memukul pantat Nicole (NOTE : memukul di sini bukan pukulan hard core ala pesilat ya…Cuman tepok pantat…hehehe…)

 

Saya jadi mempunyai pertanyaan, “Apakah memukul anak itu boleh?”

Tt

Dalam buku Nanny 911 seringkali dibahas mengenai Time Out. Saya sudah menerapkan time out ini.  Awalnya berhasil, namun sekarang sudah tidak dapat diterapkan. Pernah suatu hari Nicole membuat kesalahan, menurut saya kesalahan ini sengaja dia buat untuk mengetes kesabaran dan batas saya, Nicole malah menyerahkan diri dan berkata “Ma, time out..”.


Dia menyerahkan dirinya sendiri untuk dihukum time out *_*


Setelah kejadian ini saya jadi berpikir keras. Strategi apalagi yang mujarab untuk mengendalikan dia?  Segala saran dan ilmu parenting yang saya peroleh dari buku, teman, serta internet tidak mempan untuk memanage Nicole.


Saya juga mencoba untuk intropeksi diri. Apa yang salah dengan saya atau suami? Apakah kami terlalu memanjakan dia? Apakah kami sudah memberi waktu yang terbaik?


Kemudian saya meminta saran dari teman-teman sesama mommy. 

 

Evi, salah seorang teman, memberi saran bahwa memukul boleh saja dilakukan. Tapi ada aturannya, yaitu di telapak tangan dan tidak di depan umum. Tidak dilakukan secara bertubi-tubi, sekedar saja, supaya dia tahu bahwa dia salah.


Pada saat memukul orangtua juga perlu bilang, “Nicole salah, mama/papa tadi udah bilang gak boleh, kenapa masih dilakuin, lihat akibatnya, kan pecah…” (more or less kayak gitu lah..)


Suhanti, teman saya yang lain, berkata bahwa memukul anak secara fisik bukan berarti merusak anak maupun menimbulkan luka batin bagi dia.. Malah sebenarnya marah kepada anak secara verbalpun bisa merusak anak lebih parah dibandingkan dengan pukulan yang wajar.


Kita harus dapat mengelola emosi kita sendiri dengan baik dan yang terpenting adalah teladan dan konsistensi dari orang tua. Memukul tidak boleh menggunakan emosi. Yang benar adalah kita memukul karena konsekuensi dari perbuatan dia, dan disarankan memakai alat bukan tangan.


Suhanti menambahkan bahwa dalam memberikan hukuman, kita perlu mengetahui tipe anak terlebih dahulu. Penanganan hukuman juga tergantung umur, misalnya pada anak balita hukuman fisik masih diperbolehkan, tapi pada anak yang lebih besar hukumannya lebih persuasif dan melibatkan konsekuensi.


Sedangkan Tanty, berprinsip bahwa dalam menangani anak berumur 2 tahun kunci utamanya adalah ketegasan. We need to be very very firm. One is one. No is no.


Masukkan dari teman-teman ini sangat berguna bagi saya. Saya belum mengetahui strategi yang terbaik dalam menangani Nicole. Sebagai orang tua saya juga masih harus banyak belajar.


Fiuh..susahnya mendidik anak 2 tahun..

Tt2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s