Living in a small city? No problem..

Seluruh keluarga dan teman meragukan apakah saya bisa tinggal di kota kecil seperti Labuan Bajo. Mereka selalu mengajukan pertanyaan yang sama : “Kok kamu bisa betah di Labuan Bajo?”

Kalau boleh jujur, saya juga bingung kenapa saya bisa tinggal di kota ini. Pasalnya dari kecil hingga dewasa saya selalu tinggal di kota besar, seperti Surabaya dan Jakarta), yang kaya dengan fasilitas dan mall. Pokoknya hidup dalam zona yang sangat nyaman.

Keluarga serta teman paham betul dengan hobby dan kesukaan saya, yaitu : shopping dan mall. Dulu pas saya masih tinggal di Jakarta kerjaan saya hampir tiap hari ke mall. Tidak selalu belanja sih, jalan-jalan di mall saja sudah membuat hati saya senang. Mall sudah menjadi rumah kedua saya.

Namun apa daya, pernikahan membuat saya harus dan kudu menerima kenyataan pindah ke Labuan Bajo.  Namanya istri,kudu ikut maunya suami. Kebetulan suami berasal dari Ruteng (kota yang jaraknya 3 jam dari Labuan Bajo).

Shock udah pasti. Jangan ditanya lagi deh…

Tidak hanya minimnya fasilitas yang bikin saya keder, tapi juga perbedaan budaya dan pola pikir dengan masyarakat setempat.

Bila ditanya apakah saya menyesal pindah ke Labuan Bajo? Jawaban saya tidak juga…Saya tidak menyesal…

Terlepas dari negatifnya, ada juga kok sisi positifnya kok tinggal di daerah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s