Bali Trip #3 : Xmast and Nu Year Holiday

Sebenernya ini adalah liburan kami sekeluarga pada Desember 2010 lalu. Saking sibuknya, saya sampe lupa untuk share liburan ke Bali dalam blog ini.

Baik saya maupun suami sangat senang dengan liburan kali ini. Abisnya sudah berabad-abad ( mulai lebay..) kami tidak berlibur sekeluarga. Maksudnya berlibur full team, yaitu hubby, saya, dan Nicole. Biasanya kami pergi sendiri-sendiri. Misal, ke Surabaya hanya saya dan Nicole (without hubby), begitu pula sebaliknya. Kesibukan di toko adalah faktor utama penyebabnya.

Perjalanan kali ini lebih tepat disebut sebagai business trip daripada disebut sebagai liburan. Soalnya tujuan utama kami ke Bali adalah bertemu dengan beberapa kolega bisnis.

Namun karena bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru, kami memutuskan untuk sekalian berlibur saja. Fyi, semua pegawai saya beragama Katolik, jadi Natal di Flores sama dengan Idul Fitri, dimana semua orang mudik ke kampung. So, moment ini tepat sekali untuk berlibur.. Sekali mendayung 3 pulau terlampaui :) 

We are very excited !!! Apalagi si Nicole…

A1

Kami berangkat ke Bali pada tanggal 27 Desember 2010. Sejak naik pesawat, Nicole sudah terbayang-bayang bermain ombak dan luncuran. Dia masih ingat pengalamannya bermain luncuran dan ombak di Bali dua bulan lalu (cerita ke Bali sebelumnya ada disini)

Kami pergi ke Bali tanpa persiapan. Bahkan kami nyaris tidak mendapatkan penginapan. Untungnya, salah satu sepupu suami, Ce Wati, ada yang menetap di Bali. Ce Wati lah yang membantu kami mendapatkan satu bungalow cantik di Nyima.

Lokasi Nyima memang kurang strategis, berada di Kerobokan yang jauh dari pusat kota. Ini sedikit menyulitkan kami untuk mencari makan (apalagi kami membawa anak kecil). Tapi secara keseluruhan, kami puas dengan pelayanan dan kamar di Nyima. Pelayanan yang diberikan sangat personal. Yang bikin ‘sesak napas’ adalah tarif internetnya, Rp.10.000,- untuk 15 menit (maharani bener kan???)

Hari pertama hingga ketiga saya habiskan untuk masalah bisnis. Sedangkan suami bersama Nicole menghabiskan waktu berjalan-jalan di Discovery Mall –> bermain luncuran, shopping, hingga fish spa di mall ini. Hebatnya, Nicole ga takut tuh pas fish spa, bahkan Nicole sendiri yang minta🙂

A2

Cuaca hari-hari pertama di Bali kurang asik. Hujan mulu plus anginnya kenceng bener. Rencana mengajak Nicole ke waterboom pun terancam batal. Akhirnya kami menghabiskan waktu dengan kongkow di sebuah restaurant samping pantai Double Six. Di saat hujan mulai reda, Nicole meminta bermain di samping pantai. Dia sangat senang bermain ombak…

A8A3A4A5A6A7

Selain berjalan-berjalan di Double Six, kami juga menghabiskan waktu di Oberoi. Kebetulan Ce Wati  menikah dengan Sasa (seorang pria asal Italia) dan menjalankan bisnis restaurant Itali di Oberoi. Nama restaurant mereka adalah Sasa Ristorante Italiano.

A9

I love this restaurant !!! Sasa Restaurant bukanlah restaurant dengan interior yang wah. Interior di sana simple, tapi aura kekeluargaannya berasa banget. Begitu pula dengan service dan makanannya. TOP BGT !!!

Saya memberi testimony seperti ini bukan karena saya saudara mereka. Tapi asli, resto ini worth to try..Coba saja menu special mereka –> pizza yang langsung dibakar di tungku. Rasanya berbeda dengan pizza biasanya. Begitu pula dengan tiramisunya. ENAK !!! Sampe bikin saya merem melek..Kalo masih ga percaya coba saja pas teman-teman ke Bali mampir ke Restaurant Sasa.

Puji Tuhan, cuaca di hari keempat sangat cerah. Kami pun mengajak Nicole ke waterboom. And as we expected before, Nicole was very exciting. Saking senengnya, Nicole betah dan tidak mau pulang dari waterboom. Alhasil, Nicole pun sakit pilek, (pengalaman di Waterbom akan saya ceritakan lebih lanjut di blog selanjutnya).

A10

Malam tahun baru kami lewatkan dengan dinner di Jimbaran. Setelah makan seafood di Jimbaran, kami menuju restaurant Sasa untuk bergabung dengan saudara-saudara lainnya yang telah berkumpul disana. Kami pun melewatkan pergantian tahun bersama-sama. Pukul 12 malam tepat, kami mulai menyalakan kembang api. Satu jalanan Oberoi diramaikan oleh suara terompet dan ledakan kembang api. Indah sekali pas liat ke atas langit, penuh dengan semburat kembang api….

Keesokan harinya liburan kami pun berakhir.

Ada sedikit perubahan rencana. Awalnya kami berencana pulang bersama-sama ke Labuan Bajo tanggal 2 Januari. Tapi karena Nicole sakit, saya dan Nicole lanjut pergi ke Surabaya. Seperti yang saya jelaskan di blog sebelumnya, tidak ada dokter anak di Labuan Bajo. Jadi  akan jauh lebih aman apabila Nicole ditangani oleh dokter Surabaya. Sedangkan suami langsung kembali ke Labuan Bajo.

Saat itu suasana di airport penuh banget. Mungkin para turis pada kembali ke kota asal masing-masing (arus balik). Untungnya, saya dan Nicole mendapatkan tiket ke Surabaya. Gila banget harga tiketnya !!!! Satu juta per orang. Padahal biasanya hanya 300rb – 500rb per orang dari Bali ke Surabaya. Mungkin si airline sengaja menaikkan harga tiket (kan lagi hi-season)..Aji mumpung…

Overall, liburan kali ini sangat menyenangkan.. We had a great holiday !! Semoga kami bisa liburan sekeluarga lagi laen kali :)…. Ga sabar menunggu liburan selanjutnya *_*

A11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s