Jangan salahkan orang lain donk….

Kita hidup dalam era yang selalu menyalahkan orang lain. Kita yang berbuat salah, tapi orang lain yang disalahkan. Secara tidak langsung kita pun mengajarkan hal ini kepada anak.

Saat anak terbentur meja, seringkali meja yang disalahkan. Padahal jika dipikir si meja dari tadi tidak bergerak. Jika saya jadi meja, saya pasti marah besar, dan saya akan membalas, “Anakmu tuh yang salah, saya dari tadi diam aja disini. Anakmu yang lari-lari lalu menabrak saya. Semestinya saya yang marah, bukan kamu..”     *_*

Saya mempunyai satu keponakan. Dia adalah anak emas dari mama papanya, sebab setelah 10 tahun menunggu orangtuanya baru mendapat anak. Itulah mengapa anak ini sangat amat dimanja sekali.

Setiap kali anak ini terjatuh yang disalahkan bukan anaknya. Melainkan benda-benda yang membuat dia terjatuh. Si orang tua juga sering menyalahkan pengasuh yang menjaga si anak.

Akibatnya keponakan saya ini tidak pernah belajar berhati-hati.  Hingga saat ini pun dia masih sering terjatuh. Padahal usianya lebih tua setahun dibandingkan Nicole.

Apabila Nicole berhati-hati saat berjalan di lantai licin, si keponakan saya ini asal lari saja. Dia tidak dapat membedakan mana yang bahaya dan mana yang tidak.

Jadi para mama dan papa..Yuk mari…Ajak anak untuk belajar menerima kesalahan yang dia buat. Ajar anak untuk berhati-2. Di saat anak terjatuh, sebaiknya kita berkata, “Makanya lain kali hati-hati ya nak…”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s