Kulit ‘Badak’ and my skin care experience

Bersyukur jika Tuhan menganugerahi saya kulit badak.. 

Sangat berguna bagi saya yang suka mencoba-coba make up dan skin care dari hi end brand hingga drugstore product. 

Bisa dibilang kulit saya tidak pernah berjerawat. Masalah saya hanya rona muka yang kusam dan tidak rata, ada sedikit flek, serta kulit dehidrasi. Jadi saya selalu mencari skin care yang bikin muka saya kinclong (biasanya whitening series dan hydrating product). Fyi, muka kinclong adalah obsesi saya *_*

Sebelum saya menikah saya telah mencoba beberapa skin care, yaitu Clinique (whitening series), Clarins, Laneige, dan yang terakhir Miracle. Ketiga brand yang saya sebut pertama tidak memberikan hasil yang saya harapkan. Muka saya biasa aja…Rona muka juga tetap tidak merata. Kecewa banget, padahal ekspektasi saya akan brand-brand ini sangat tinggi.

Akhirnya pencarian akan skin care berhenti setelah saya mencoba Miracle. Produknya benar-benar bagus. Memberi bukti nyata, yaitu : warna kulit rata, kinclong dan mulus banget !!! Flek juga memudar… Pokoknya TOPPP !!

Saya mengenal Miracle dari Cik Lisa, make up artist pas saya nikah. Saat itu saya menginginkan make up yang sempurna di hari pernikahan saya. Saran Cik Lisa simple, yaitu agar make up bagus maka kondisi kulit harus bagus dulu. Dia pun menyarankan saya untuk mulai treatment di Miracle Aesthetic Clinic, sebab berdasarkan pengalaman, kliennya selalu cocok dan puas dengan hasil yang diberikan Miracle.

Sebelum perawatan di Miracle, kulit saya kusam banget dan ada beberapa permukaan kulit yang kasar. Juga tumbuh beberapa jerawat yang harus dilaser untuk menghilangkannya.  Dalam waktu 3 bulan, rona muka saya rata dan kinclong plus mulus banget, ekspektasi saya terpenuhi.  

Namun, setelah pindah ke Flores saya memutuskan untuk ganti merek skin care. Masalahnya ada kendala dalam pengiriman obat Miracle, pengiriman dari Surabaya ke Flores lama, sehingga si produk ga nyampe-nyampe. Selain itu beberapa produknya harus masuk kulkas (mungkin agar tidak rusak kali ya).  Saya pun menghabiskan beberapa produk Laneige yang masih tersisa.

Laneige cocok digunakan di Ruteng. Fyi, Ruteng adalah daerah pegunungan (lebih dingin dari Puncak). Bagusnya, si Laneige membuat kulit saya tidak kering dan terasa lembab. Tapi tetap saja tidak dapat membuat warna kulit kinclong.

Atas rekomendasi dari Yolanda, saya pun beralih ke Olay. Yes, olay is a drug store product. Menurut Yolanda banyak diantara teman-temannya memakai Olay dan testimony mereka Olay bagus.

Ternyata Olay lumayan OK loh…Setara dengan Laneige dengan harga yang jauh lebih murah. Saya telah menggunakan Olay hingga 2 tahun. Murah meriah dan gampang ditemukan di supermarket Labuan Bajo.

Tapi sepertinya saya akan balik lagi menggunakan Miracle. Cuaca di Labuan Bajo yang sangat panas (Labuan Bajo adalah daerah panas) membuat kulit saya jelek lagi alias kusam, kasar, dan rona nya tidak rata..

Oh well…Susah ya jadi perempuan…Ga ada puasnya..xixixixi…

One thought on “Kulit ‘Badak’ and my skin care experience

  1. Pingback: Skin Care Routine and My HG Skin Care | juicymomdiary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s