Iman yang Luar Biasa

Hari ini, 19 Maret 2011, saya dikejutkan dengan status facebook seorang dosen saya selama di UPH, Bu Desi, dimana beliau menuliskan sebuah kalimat di statusnya :

“My heart goes to Bu Yuniarti Susilo & family at these most difficult moments as our beloved Chacha departed to see her Creator, but we will always remember her as one of God’s little angel…goodbye Charissa, Jesus loves you so much & He doesn’t want you feel the pain anymore…”

Chacha merupakan putri kedua Bu Yuni yang meninggal dunia akibat tumor otak. FYI, Chacha berumur 4 tahun 10 bulan.

Bu Yuni bukanlah dosen pengajar di jurusan saya dulu. Saya mengenal beliau berkat aktifitas saya di Senat UPH dan beberapa aktifitas kemahasiswaan lainnya. Dalam ingatan saya, Bu Yuni adalah dosen yang tidak banyak omong, ramah, dan lembut.

Jujur, miris rasanya membayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yang ditinggal oleh putrinya untuk selama-lamanya. Ditambah lagi beberapa tahun yang lalu suami dan anak laki-laki Bu Yuni telah meninggal dunia.

Dapat dipastikan kehilangan tiga orang yang dicintai bagaikan pukulan bertubi-tubi. Kisah hidup Bu Yuni mengingatkan saya akan seorang tokoh alkitab bernama Ayub.

Saya pun mulai mencari akun facebook Bu Yuni di deretan daftar teman saya.

Membaca status facebook beliau menimbulkan rasa kagum yang luar biasa akan Bu Yuni. Saya tidak menemukan satupun kalimat yang menunjukkan bahwa Bu Yuni kecewa dengan Tuhan. 

Sebaliknya, dari awal operasi Chacha, Bu Yuni selalu memohon bantuan dan kekuatan dari Tuhan. Bahkan hingga detik terakhir kehidupan Chacha, Bu Yuni terus mengucapkan doa dan syukur kepada Tuhan.

Status facebook terbaru beliau menyebutkan : “Segalanya kukembalikan bagi kemuliaanMu Tuhan. Dalam suka juga dalam duka. Engkau lebih dari cukup buatku.Amin.”

Waowww…Saya kagum dan salut dengan beliau.

Imannya sungguh luar biasa. Jarang saya temukan iman seperti ini. Jaman sekarang manusia seringkali menghujat Allah begitu menerima masalah dan pencobaan dalam hidupnya. Tapi Bu Yuni menunjukkan iman yang luar biasa, dia tetap percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya harapan dan kekuatan bahkan dalam saat tersulit sekalipun.

Saya merasa tertampar dan malu dengan diri saya sendiri. Sering mengeluh dengan hidup, padahal masih ada orang yang dicobai sedemikian rupa, tapi tetep beriman kepada Yesus.

Saya tidak ingin terus menerus terhanyut dengan perasaan sedih dan malah membuat Bu Yuni lebih sedih lagi. Mencontoh orang Jepang yang selalu mengimpartasikan semangat untuk terus berjuang, saya hanya ingin berkata kepada Bu Yuni untuk terus bangkit dan tetap berpegang teguh pada janji Allah.

Selamat jalan Chacha, saya percaya Chacha lagi bermain dengan gembira bersama Tuhan Yesus di Surga. Chacha adalah anak yang beruntung karena mendapatkan mama terbaik selama di bumi.

Bu tetep kuat ya….Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda…Iman dan kepercayaan Anda akan Yesus Kristus sangat memberkati saya. Terima kasih sudah sangat memberkati dan menginspirasi, bahwa seberat apapun persoalan, kita tidak boleh meninggalkan Tuhan malah harus terus dekat dengan Tuhan. You are my inspiration. Gbu bu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s