MBA : Married but (still) Awesome..

Saat masih single kebanyakan wanita sangat merawat diri. Facial di salon, nge-gym, dan mempercantik diri dengan make up dan fashion terkini merupakan sederetan aktifitas yang dijabani wanita lajang demi penampilan yang apik dan menarik.

Namun anehnya setelah menikah, apalagi setelah melahirkan dan mengurus anak, kebiasaan ini berbalik 180 derajat. Wanita-wanita yang sebelumnya suka sensi dengan penampilan mereka mendadak menjadi cuek banget dengan wajah, body, dan dandanan mereka.

Kira-kira para suami pada terjebak dan merasa tertipu ga ya ??? Menikahi seorang gadis yang cantik, modis, dan berbody aduhai…Namun tiba-tiba berubah menjadi wanita yang kumel, lemaknya dimana-mana dan mempunyai hoby baru menggunakan daster (pakaian tidur)…

Memang sih, seharusnya kecantikan jangan dijadikan alasan dalam memilih istri. Kecantikan hati dan karakter lah yang perlu dijadikan patokan utama.

Namun tak dapat dipungkiri, istri yang cantik dan terawat dapat menaikkan gengsi dan kepercayaan diri si suami. Setidaknya istri dapat dibanggakan saat diajak suami ke arisan keluarga :p

Jika ditanya apa penyebab dibalik penampilan yang acak adul, biasanya para istri seringkali menyalahkan kesibukan dan rutinitas sebagai mommy dan istri. Dimana kesibukan ini sangat menyita waktu untuk nge-gym dan berdandan.

Apakah alasan ini sepenuhnya benar? Saya tidak tahu persisnya.

Saya mempunyai seorang teman bernama Tessy. Setelah menikah dengan seorang pria berkebangsaan Amerika, Tessy menetap di California. Saat ini Tessy merupakan ibu dari 3 orang anak.

Seperti kita ketahui, di Amerika tidak ada baby sitter maupun pembantu untuk mengurus rumah dan anak. Bisa dibayangkan kerepotan Tessy dalam mengurus anak, suami, rumah, serta bisnisnya (saat ini Tessy mempunyai bisnis fotografi). Jika dipikir-pikir, sepertinya dia sudah tidak punya waktu lagi untuk merawat diri.

But you know what? Tessy tetap bisa merawat diri di sela-sela kesibukannya. She is still fabulous seperti layaknya perempuan yang belum menikah. Dia tetap rajin berolahraga di gym (bahkan saat hamil hingga 8 bulan pun masih nge-gym), mengenakan busana yang apik, serta memakai make up untuk menunjang penampilannya.

Dalam keadaan lagi hamil pun, Tessy tetap cantikkkkkk !!!! Saya kira Tessy adalah IBU HAMIL TERCANTIK abad ini….

Tesham

 

Yang paling bikin iri, setelah melahirkan anak ketiganya, David, sekitar bulan February 2011 lalu, Tessy sudah tampil menawan. Buat yang penasaran, ini adalah foto Tessy saat David berusia 9 hari. Fabulous right?

 

TesTes1
Begitu pula dengan teman saya dari Surabaya bernama Inge. Saat ini Inge tinggal di Manado. Walau sudah beranak dua, Inge tetap memiliki body yang aduhai. Malah kalo diliat sekilas, Inge masih kayak perempuan single yang belum menikah. Tetep langsing dan cantik (padahal baru 6 bulan yang lalu dia melahirkan anak keduanya yang super cute,Jesselyn).

 

Ing

Kedua teman saya ini membuat saya heran. Bagaimana caranya tetap menarik setelah menikah? Apalagi mereka berdua cukup sibuk dengan kesibukan masing-masing.

Rahasia mereka berdua sama, yaitu NIAT dan MANAGEMENT (baik waktu maupun anak).

Saya kira, NIAT adalah kunci utama. Tanpa niat, usaha untuk merawat diri tidak akan pernah terjadi. Setelah ada NIAT, maka hal kedua yang kita perlukan adalah management. Management disini tidak hanya berkaitan dengan management waktu. Namun juga bagaimana kita memanage anak kita.

Tessy tidak membiasakan anaknya untuk selalu digendong, dia mendidik anaknya untuk mandiri. Tentu saja hal ini mempermudah Tessy mencuri waktu untuk berdandan dan nge-blow rambut. Di saat Tessy berdandan, anaknya ditaruh di kursinya (sambil pasang video worship baby) atau diberi mainan.

Mungkin (ini hanya pemikiran saya) tipe mama Indonesia terlalu memanjakan anaknya atau tidak membiarkan anaknya untuk belajar mandiri. Anak sering digendong, diberi makan, bahkan main pun dijaga. Dalam kasus saya, Nicole sebenarnya bisa makan sendiri. Namun karena seringkali saya ga sabar menunggu dia makan (Nicole membutuhkan waktu berabad-abad untuk makan sendiri), saya pun mengambil alih sendok dan mulai menyuapinya.

Akhirnya kebiasaan memanjakan dan tidak percaya kepada anak semakin membuat anak tidak mandiri dan tergantung dengan mama.

Lain lagi dengan Inge. Dia selalu mencuri waktu untuk berolahraga, biasanya di saat anaknya tidur siang. Apabila tidak sempat treadmill, Inge berlari ditempat dengan membawa dumble pada kedua tanggannya sambil menonton TV. Ajaibnya, hingga saat ini Inge tetap mengenakan stagen (kain yang dibebatkan di perut, sejenis korset).

Inge bahkan membocorkan bahwa dia tidak punya stretchmark di perutnya dan baju masa kuliah tetap bisa dipakai hingga saat ini –> ini yang paling membuat saya jealous…HUAAAAA….!!!

Yang tidak kalah penting adalah peran seorang suami. Baik Tessy maupun Inge mempunyai suami yang sangat pengertian dan helpful. Tessy dan Rich (suaminya) bergantian memasak dan disaat Tessy ke gym, Rich rela menjaga anaknya. Glen (suami Inge) juga kebagian tugas menjaga anak di saat Inge berdandan.

Inge

Bisa dibayangkan donk, seberapa besar niat dan usaha mereka untuk tetap terlihat cantik?

Keduanya sangat menginspirasi saya untuk tetap merawat diri.

Sebenarnya segala rutininitas sebagai istri dan mama hanyalah satu dari beribu-ribu alasan untuk tidak merawat diri. Kita tetap bisa berpenampilan prima walau sudah menikah.

Jadi teman-teman, tidak ada alasan lagi ya…

Married but (still) AWESOME bukanlah mimpi, itu bisa menjadi kenyataan dengan niat, management, dan supportive Husband.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s