Year of Dragon….

I know…I know that Chinese New Year has already passed for 6 days. But still, I want to say Happy Chinese New Year everybody….!!!! Saatnya berpisah dengan Kelinci, and say hello to the Dragon. Yeap, saat ini kita memasuki tahun Naga, lebih tepatnya tahun Naga Air.

Bagi saya Naga adalah binatang yang paling berwibawa…Tegas… Keras…. Binatang yang memiliki charisma seorang pemimpin.

Berdasarkan apa yang saya kutip dari  http://atikofianti.wordpress.com, Naga melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, dan pendirian teguh. Naga juga merupakan lambang kewaspadaan dan keamanan dari semua makhluk mitologi China. Naga merupakan makhluk tertinggi yang menjadi raja semua hewan di alam semesta. Sehingga dimitoskan Naga merupakan mahkluk sakral dalam agama Konghucu, atau sebagai simbol binatang yang paling kuat.

Dalam kebudayaan Cina, shio Naga merupakan shio yang paling menguntungkan dan selalu diasosiasikan dengan keberuntungan dan kecerdasan. Mungkin inilah sebabnya akan ada baby boom di tahun Naga ini. Orang-orang berlomba-lomba untuk mempunyai anak. Konon katanya anak yang dilahirkan di tahun ini ‘bagus’, apalagi kalo berjenis kelamin laki-laki.

Menurut Xinhua, akan ada kenaikan angka kelahiran bayi sebesar 5% di China pada tahun 2012. CBS juga melaporkan bahwa dalam polling yang diadakan baru-baru ini di Hong Kong mengungkap bahwa 70% pasangan menginginkan bayi Naga. (http://newsfeed.time.com)

Dragon1

Demam bayi Naga ini tidak hanya terjadi di China ataupun Hong Kong. Tapi juga terjadi di sekeliling saya. Mulai dari teman, ipar hingga sepupu saya berkeinginan untuk ‘memproduksi’ anak di tahun ini.

Saya pun  turut terkena imbas dari si Naga ini.  Orang-orang terdekat (nenek, orang tua, tante, ipar dan suami) menyuruh saya untuk hamil di tahun ini. Apalagi Nicole sudah cukup gede. Menurut mereka tahun ini adalah tahun yang paling pas untuk produksi anak kedua.

Oh well…Saya tidak terlalu ambil pusing dengan hal ini. Bagi saya shio tidak berpengaruh apapun. Shio tidak menjadi pertimbangan jika saya ingin hamil lagi. Yang menjadi pertimbangan adalah kesiapan diri saya sendiri, bukan shio.

Apakah ditengah-tengah kesibukan saya bisa mengurus anak kedua? Apakah saya dapat membagi waktu antara mengurus Nicole dengan anak kedua saya? Apakah saya bisa membagi waktu antara menjaga anak dengan kesibukan rumah tangga plus kehidupan berkarier saya?

Prinsip saya, kualitas lebih penting daripada kuantitas (apalagi shio). Lebih baik punya anak sedikit tapi berkualitas (pintar, berkarakter, dan takut Tuhan) daripada mempunyai banyak anak tapi tidak terdidik dengan baik.

Saya percaya bahwa anak berkualitas hanya bisa diciptakan dengan didikan yang baik dari kita sebagai orang tua. Quality time antara anak-orang tua juga harus terus menerus dibina agar anak merasa disayangi.

Di kota besar, Jakarta misalnya, seringkali saya lihat anak-anak kurang kasih sayang karena kesibukan orang tuanya. Saking sibuknya, orang tua jarang menghabiskan waktu dengan anaknya. Yang terjadi adalah kurang kasih sayang dan didikan orang tua. Hal ini sangat luas akibatnya, yaitu anak menjadi pemberontak, haus perhatian, dan susah dikendalikan.

Saya tidak menolak jika Tuhan memberi anak kedua tahun ini. Tapi saya tidak akan memaksakan diri untuk mengejar bayi Naga. Daripada ga bisa urus anak dan mendidik dengan baik, alih-alih dapat Naga cerdas dan beruntung, mungkin yang ada malah dapat Naga badung😀. Pilih mana hayo? Kesiapan atau shio?

Stock-photo-dragon-year-83821393

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s