28 Sep 12 : Hari dokter nasional…:D

Sepertinya ini adalah hari dokter nasional. Entah kenapa akhir-akhir ini saya dilanda 3 penyakit sekaligus, mata, kulit, dan sakit parno…LOL….

Pagi ini dibuka dengan kejadian mata bengkak. Saat saya membubuhkan make up di wajah saya, sepertinya secara tidak sengaja ada salah satu kosmetik (yang saya ga tau apa) yang masuk ke mata saya.

Wihhh…Rasanya perih banget mata saya. Selain perih, mata saya juga terancam bengkak….Persis seperti kejadian di bulan Maret lalu…Seperti yang telah saya ceritakan di blog sebelumnya, mata saya ini emang sensi banget. Gampang gatal, gampang iritasi…Sigh…

Belum lagi sudah sekitar seminggu ini saya dilanda alergi kulit…Area di sekitar tangan dan puting jadi gatal-gatal…Aneh deh, kenapa juga puting harus kena alergi ya? Padahal ganti BH juga tiap hari..LOL…Oh well…I don’t know why…

Tapi sejak dulu emang kulit saya ini suka gatal-gatal. Apalagi jika berada di suatu lingkungan yang kotor…Sepertinya bakat alergi ini menurun ke Nicole. Sejak dari bayi, Nicole menderita dermatitis atopic. Belum lagi kalo kena sabun dengan fragrance…Langsung deh kulitnya jadi kering…

Nah penyakit terakhir saya adalah penyakit parno…Saya masi kepikiran bagaimana dengan keadaan si jabang bayi pasca facial di klinik G&G. Di blog sebelumnya, saya bercerita bahwa alat galvanis nya menimbulkan sensasi seperti kesetrum. Saya takut banget si baby kenapa-napa.

Itulah mengapa saya memutuskan untuk ketiga dokter sekaligus hari ini. Saya memutuskan untuk mencoba dokter di Husada Utama. Saya pun bertanya kepada Dr. Didi, siapa dokter kulit dan mata yang oke di sana.

Atas rekomendasi dari Dr. Didi, saya pun memutuskan untuk check up ke Dr. Sawitri Boengas (mata) dan Dr. Ni Putu Susari (kulit).

Pertama-tama saya check up ke Dr. Putu terlebih dahulu. Hasil dari konsultasi dengan beliau, puting saya mungkin alergi dengan detergen. Oleh karena itu disarankan untuk mencuci BH dengan menggunakan sabun mandi (LUX misalnya). Beliau pun meresepkan salep Noroid Derma Rash Cream dan Elocon krim…Ajaibnya, setelah 3 hari menggunakan salep ini, puting saya back to normal.

Img_2412_copyDan kemudian saya pergi ke Dr.Sawitri. Asli beliau ini friendly dan asik banget orangnya. Berbeda jauh deh dengan Dr. Farida…Ingat kan pengalaman buruk saya dengan beliau di blog sebelumnya?

Dr. Sawitri menjawab sederetan pertanyaan saya dengan sabar. Beliau juga sangat informative dalam menjawab setiap pertanyaan. Begitu pula dengan pemeriksaan mata, dijalankan dengan sangat detail.

Awalnya mata saya ditetesi dengan suatu cairan aneh berwarna hijau. Lalu dicheck kadar air mata saya. Dan ternyata mata saya ini tergolong kering. Makanya gampang sekali iritasi. Adapun yang harus dan tidak boleh saya lakukan sehubungan dengan mata kering ini adalah :

1. Tidak memakai softlens sama sekali.

2. Kompres mata dengan air hangat 3×15 menit tiap hari

3. Minum banyak/cukup

4. Tidak boleh minum kopi (pantangan terberat secara saya coffee addict :D)

5. Tidak boleh terlalu lama didepan komputer, laptop,tab, dan segala antek-anteknya.. Termasuk didalamnya blackbery…Whaaattt???? Susah banget bagi banci sosial seperti saya😀

6. Harus menetesi mata dengan cairan bernama Hialid per 1 jam agar mata tetap lembab.

Img_2413_copyImg_2416_copyDalam kunjungan ke dokter mata ini, saya juga bertanya mengenai penyakit turunan di keluarga saya bernama pigmentosa. Jadi pigmentosa ini merupakan penyakit mata dimana si penderita akan mengalami kebutaan secara mendadak.

Di keluarga kami, sudah ada 2 orang yang menderita pigmentosa. Jujur saya parno jika saya menderita penyakit serupa… Dr.Sawitri menjelaskan bahwa tes untuk pigmentosa ini bisa dilakukan namun rada sulit. Tapi tiba-tiba saya yang jadi jiper sendiri. Saya tidak mau diperiksa. Takut juga dengan kenyataan kalau saya beneran menderita pigmentosa…LOL…

Dr. Sawitri yang kebetulan penganut agama Kristen, menambahkan bahwa saya harus berserah kepada Tuhan. Terus berdoa agar penyakit turunan ini bisa disembuhkan dan dipatahkan agar tidak terus menurun ke anak cucu. Saya sebagai orang yang juga percaya akan Tuhan Yesus, langsung meng-AMIN-I perkataan Dr. Sawitri…Semoga deh saya dan anak cucu tidak terkena penyakit ini….

Nah….Sayangnya hari ini saya tidak jadi kontrol ke Dr.Didi. Soalnya beliau lagi sholat Jumat. Saya sempet berkonsultasi dengan beliau. Katanya sih facial ga ada efeknya untuk bumil..Yah semoga aja ya bener….

Oh well…Walaupun capek maraton ke dua dokter sekaligus, saya cukup puas hari ini. Setidaknya saya tau kebenaran akan kondisi saya saat ini. Ketiga dokter ini, Dr. Didi, Dr. Sawitri, serta Dr. Putu, sangat saya rekomendasikan.

Mereka tidak hanya menguasai bidang mereka, namun juga informative dan telaten banget. Bagi saya, kepintaran seorang dokter tentu saja harus diimbangi dengan kepintaran sosial mereka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s