Prego Edition : Kadar gembira menentukan keadilan seorang ibu?

Harapan saya adalah menjadi seorang ibu yang adil bagi anak-anaknya.  Namun akhir-akhir ini saya sempat terintimidasi dengan sikap adil ini. Pasalnya, pada kehamilan kali ini saya tidak merasakan rasa excited seperti pada kehamilan pertama.

Saya pun bertanya-tanya, “Apakah kadar gembira menentukan keadilan seorang ibu?” Terdengar ilmiah ya pertanyaan saya ? LOL…

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya harus bertanya kepada diri saya, apakah saya excited dan gembira dengan kehamilan ini? Excited dan gembira sih pasti. Namun kadarnya berbeda dengan kehamilan pertama. Saat hamil Nicole, rasanya bener-bener bersemangat, gembira, katro persis kayak orang kampung yang pertama kali ke kota😀

Kali ini kadar excited nya berbeda, tidak setinggi dulu.

Mungkin bisa diibaratkan seperti orang kampung yang sudah pindah ke kota dan lalu mulai BT kok ya kota ini begini-begini melulu…Lalu pemerintah beneran upgrade fasilitas di kota. Orang ini pun seneng dengan upgrade yang terjadi, namun sudah tidak sekatro dulu..LOL…

Sekarang yuk mari kita terapkan ibarat diatas pada kasus saya..LOL…

Saya sudah punya anak pertama. Lalu saya dan suami mendambakan anak kedua…Kemudian Tuhan bener-bener mengabulkan permintaan kami. Wah bisa dibayangkan betapa senengnya kami kan? Tapi sekali lagi kadarnya berbeda dengan dulu…

Jika ditelaah, kuncinya adalah sudah pernah mengalami sebelumnya. Saya sudah pernah merasakan bagaimana rasanya hamil, bagaimana menjadi ibu, dsb. Bisa jadi rasa excited pada kehamilan pertama disebabkan karena semuanya serba pertama, dimana saya tidak pernah merasakan sensasi mengandung, melahirkan, dan merawat anak…

Ibaratnya lagi nih ya seperti cinta pertama…Pasti ABG yang pertama kali mempunyai pacar akan menggebu-gebu. Lalu di saat punya pacar kedua kadar menggebu-gebunya tidak sedahsyat dulu. Apakah ABG itu tidak cinta dengan pacar keduanya? Pasti cinta lah…Tapi cinta tidak harus selalu menggebu-gebu kan?

Saya tidak tahu apakah paparan diatas benar…Yang jelas, saya mencintai baik Nicole maupun bayi kedua ini….Saya ingin dan mengusahakan yang terbaik untuk mereka.

Memberikan nutrisi….stimulasi…pendidikan….sarana-prasarana…dan kasih sayang yang sama persis kepada mereka berdua.

Jawaban untuk pertanyaan diatas kadar gembira tidak menentukan keadilan seorang ibu…Saya memiliki kadar menggebu-gebu yang berbeda, namun kadar cinta saya sama untuk semua anak saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s