Prego Edition : Bye-bye tea and coffee

Saya penggila teh dan kopi. Kedua minuman berkafein ini merupakan minuman favorit saya. Saya selalu berterima kasih kepada penemu kedua minuman ini. For me, coffee and tea are the best invention :D…

Berbicara mengenai dosis, sehari-hari biasanya saya dapat mengkonsumsi 3 cangkir kopi dan satu teh kotak. Entah ini masih termasuk kategori normal atau ga ya? Mungkin kalo dibandingkan dengan ayah saya, dosis ini masih tergolong normal. Bayangin aja, ayah saya selalu minum kopi 6 gelas per hari…Gile kan?

Kopi, selain rasanya yang enak, minuman ini juga mampu membuat saya melek di tengah-tengah padatnya kegiatan sehari-hari. Sepertinya kurang afdol jika tidak membuka dan mengisi hari dengan kopi….

Coffee-coffee-13874494-1920-1200

Teh, entah kenapa minuman ini membuat saya tergila-gila. Seperti ada unsur narkoba didalamnya, membuat saya tergila-gila untuk menghisapnya setiap hari. Apalagi yang namanya teh kotak atau teh botol…Widiiiihhh…Uenak’e rek….Teh-kotak-500x500Dari awal saya menyadari bahwa terlalu banyak meminum kopi dan teh tidak bagus untuk kesehatan, terutama teh dalam kemasan yang mengandung bahan pengawet dan kimia lainnya….Ujung-ujungnya kedua minuman ini dapat menyebabkan diabetes atau peyakit lainnya.

Sebagai keluarga yang diwarisi penyakit diabet, mestinya kedua minuman ini adalah musuh besar saya. Namun, ga tau mengapa saya tidak dapat melepaskan diri dari keduanya. Ibaratnya dah kayak lingkaran setan deh…:D

Akhirnya sampai juga waktunya dimana saya harus bener-bener mengucapkan selamat tinggal kepada kedua minuman ini. Pasalnya kedua minuman ini mengandung kafein dimana tidak baik bagi kehamilan. Menurut buku Ayahbunda yang saya baca, keduanya beresiko mengganggu perkembangan system saraf pusat janin.

Beberapa hal mengenai kafein (kopi dan teh) yang saya dapat dari buku What to Expect :

  1. Minum sedikit kopi tidak masalah. Kafein memang memasuki plasenta dan memasuki peredaran darah, namun masih belum jelas sejauh mana dan apa efeknya untuk janin.
  2. Ibu yang minum 2-3 cangkir kopi sehari tidak menempatkan bayinya dalam resiko. Tetapi angka keguguran agak meningkat pada ibu yang minum 5-6 cangkir kopi sehari.

Buku What to Expect (WtE) dan buku Tanya Jawab Seputar Kehamilan (TJSK) juga memaparkan beberapa alasan untuk mempertimbangkan penghentian atau pengurangan kopi selama hamil, yaitu :

  1. Kafein memiliki efek diuretic, menarik keluar cairan dan kalisum dari tubuh. Cairan dan kalsium sangat penting bagi kesehatan ibu dan janin (WtE).
  2. Kafein adalah stimultan yang mempersempit pembuluh darah. Hal ini akan mempengaruhi suplai oksigen dan zat gizi pada bayi (TJSK).
  3. Kopi dan teh, terutama jika dimimum bersama dengan susu dan gula, akan membuat kenyang tanpa pasokan nutrisi. Selain itu juga dapat merusak selera makan untuk makanan bergizi yang sebenarnya lebih dibutuhkan (WtE).
  4. Kafein dapat memperparah perubahan suasana hati yang biasa terjadi selama kehamilan dan juga menghalangi ibu dari mendapatkan istirahat yang cukup (terutama jika ibu meminum mendekati jam-jam istirahat) (WtE).
  5. Kafein dapat mengganggu penyerapan zat besi yang diperlukan ibu (WtE).

Sebenarnya pengkonsumsian kopi tidak harus dihentikan, namun dibatasi saja. Lebih lanjut menurut Ayahbunda, pengkonsumsian kopi dan  teh tetap dapat dilakukan, namun harus dibatasi hanya 1 cangkir sehari…

Hufffttt…Beratnya menjauh dari keduanya…Tapi tentu saja saya harus menahan diri demi kesehatan janin saya.

Buntutnya, saya mulai mencuri-curi minum kopi suami..LOL…Masih dalam batas yang wajar kok…1-3 hisap setiap harinya…

Good bye tea and coffee, sarangheeee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s