11 Nov 12 : KDRT

Hari ini rumah kami gempar karena salah satu supir memukul istrinya. Baik supir (sebut saja si A) maupun istrinya (B) ini sama-sama bekerja di rumah kami. Itulah mengapa pegawai-pegawai lainnya sangat shock dan heboh sendiri saat melihat wajah si B biru-biru dan bengkak.

Setelah ditelusuri, ternyata alasan pemukulan ini gara-gara si supir cemburu melihat istrinya bekerja bersama pegawai saya lainnya (C). Sama halnya dengan A dan B, si C juga bekerja di kami. Nah kebiasaan saya adalah membagi pekerjaan berdasarkan team. Bagi saya, kesuksesan sebuah perusahaan ditentukan oleh kerja tim yang solid. Itulah mengapa saya selalu mengutamakan kerja tim. Dan kebetulan si B dan C memang satu team.

Inilah yang menyulut kecemburuan si A. A merasa bahwa B dan C terlalu dekat dan kelihatannya kemana-mana selalu berdua.

Mendengar alasannya ini saya langsung naik darah. Pertama dasarnya saya paling benci dengan yang namanya KDRT. Saya pernah wanti wanti ke suami saya, jangan sampai dia memukul saya. Kalo sampe mukul, saya pastikan masalahnya jadi gede. Pasti saya bawa kasus KDRT ini ke polisi (kejamnya diriku…LOL)…

Kedua, saya merasa bahwa kecemburuan si A tidak beralasan. A,B,C semuanya bekerja di saya. Saya bukan tipe boss yang akan mendiamkan perselingkuhan yang terjadi di rumah ataupun perusahaan saya. Saya benci perselingkuhan.  Selain itu setiap sudut perusahaan dilengkapi dengan CCTV. Saya pun menantang si A untuk cek semua rekaman CCTV di perusahaan. Apa bener si B dan C berselingkuh?

Selama kurang lebih 2 jam, saya dan suami pun memberikan wejangan (sekaligus ancaman) kepada A. Saya mengharapkan si A tidak memakai otot untuk menyelesaikan urusan rumah tangganya. Tapi juga memakai otak. Memang di Flores yang menganut patriarki, kekerasan mudah ditemui dimana-mana. Kekerasan ini tidak hanya mencakup pemukulan, namun juga kekerasan verbal. Banyak para suami yang mempunyai hobby memukul dan memaki istrinya. Ga peduli untuk alasan sepele maupun besar sekalipun. Parah kan?

Padahal semestinya otak kudu dipakai lebih banyak dibandingkan otot. Otak dipakai untuk berpikir mana yang benar dan salah. Juga memikirkan apa solusi terbaik untuk menyelesaikan segala sesuatunya selain dengan memukul tentunya.

Lalu saya pun menantang si A, “Apa sebaiknya istrimu (B) berhenti saja bekerja di saya?”

Well…Pertanyaan ini hanya tantangan saja buat A. Saya ga berharap si A menyetujui dan mengiyakan pertanyaan saya ini.

Pasalnya, si B ini wanita yang cerdas. Sepertinya sayang jika seorang wanita cerdas hanya duduk diam di rumah, tidak melakukan apapun. Seakan-akan menyia-nyiakan talenta yang diberikan oleh Tuhan.

Saya selalu mencuci otak pegawai perempuan yang bekerja di perusahaan kami. Bahwa sudah selayaknya wanita itu mandiri dan jangan bergantung pada suami., Udah ga jamannya lagi kalau wanita itu lemah. Sekarang jamannya di mana wanita juga bisa sejajar dengan laki-laki.

Puji Tuhan, A tetap mengijinkan istrinya bekerja. A juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi…

Cemburu memang diperlukan sebagai bumbu penyedap dalam pernikahan. Tapi cemburu yang berlebihan tidak baik bagi keselamatan sebuah rumah tangga.

Berharap, KDRT tidak terjadi lagi, apalagi dalam masyarakat patriarki seperti di Labuan Bajo Flores. Berharap bahwa seorang suami bisa lebih menghargai istrinya. Dan berharap bahwa setiap wanita di Flores dan Indonesia pada umumnya dapat berdikari dan mandiri. Menjadi seorang wanita yang turut memberikan kontribusi bagi keluarganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s