8 Nov 12 : Orang Tua kok diatur anak?

Siang ini saya ngomel habis-habisan dengan PRT yang bekerja di rumah kami. Dari sejak awal, saya sudah memberikan batasan yang jelas bahwa Nicole tidak boleh sembarangan memakan permen, snack, atau biscuit tanpa persetujuan dari saya.

Beberapa waktu yang lalu batuk Nicole makin menjadi-jadi… Ibu-ibu tau sendiri kan gimana pusingnya saat menghadapi anak yang lagi batuk parah plus rewel tingkat dewa? Pasti pusing dan sangat menguras tenaga…

Namun akhirnya batuk Nicole beransur-angsur pulih. Lega dibuatnya…Saya pun mulai mengatur asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh Nicole, yaitu mengurangi permen, coklat, snack, dan gorengan.

Tiba-tiba saya melihat Nicole makan snack. Saya pun langsung memanggil PRT dan bertanya kepada dia, “Kenapa kamu kasi snack ini ke Nicole?”….Lalu dia menjawb, “Iya, Nic yang minta..”

Langsung emosi deh…Point saya adalah sebagai orang yag lebih tua, kita harus bisa mengatur anak kecil. Bukan anak kecil yang mengatur kita. Jangan sampe kita sebagai orang tua selalu menyenangkan hati anak dengan cara mengiyakan segala permintaan mereka.

Justru kita harus dapat membedakan mana yang baik dan jelek bagi anak kita.

Seringkali saya juga menemui orang tua yang suka kalah dengan tangisan anak mereka. Setiap anak nangis pasti keinginan mereka dituruti. Kalo saya pribadi sih suka cuek saat Nicole menangis. Gara-gara kecuekan saya ini, Nic menjadi anak yang kurang suk menangis atau merengek. Mungkin dia dah tau kalo rengekan dan tangisan ga mempan bagi mamanya😀

Selain itu cepat atau lambat Nicole harus belajar bahwa tidak selamanya orang tuanya dapat please her and make her happy all the time…Selain itu, tidak semua keinginannya baik bagi diri dia sendiri, bukan?

Ada juga teman saya yang sangat dipengaruhi oleh omongan anak dia. Dia selalu beranggapan bahwa anak dia ini termausk anak dewasa. Jadi segala omongan anaknya dianggap sebagai kebenaran. Bagi saya, anak dewasa tetaplah anak-anak. Justru sebagai orang tua kita harus menajamkan kedewasaan dia. Jangan sampai malahan kita yang terpengaruh oleh omongan anak-anak.

Singkatnya, orang tua harus mengatur anak. Bukan kebalikannya.

Anak-anak yang kebanyakan mengatur ortu malah menjadi anak yang egois dan manja. Amit-amit deh..Saya ga mau anak saya seperti itu….:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s