Prego Edition : Stretchmark…

Sepertinya hampir semua wanita langsung mencari krim anti stretchmark begitu mengetahui kalau dirinya hamil. Yeap, stretchmark emang musuh semua wanita termasuk saya tentunya😀
Dikarunia kulit yang tebal membuat saya rentan dengan stretchmark. Makanya agak paranoid jika perut yang semula mulus lalu tiba-tiba berubah menjadi penuh dengan guratan-guratan stretchmark.
Saya pernah membaca advertorial dari Stretch Nil, sebuah brand krim anti stretchmark, di majalah Ayahbunda. Menurut saya, isi dari advertorial ini bagus banget. Saya sharing ya….Berikut isi dari advertorial tersebut…
 
Stretchmark sulit dihilangkan tapi bisa dihindari. Kehamilan diatas 4 bulan, kulit perut akan mengalami peregangan jaringan melewati batas elastisitas. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan janin, usia kehamilan, dan penambahan berat badan sang calon ibu. 
Peregangan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit yang menimbulkan stretchmark. Stretchmark ditandai dengan terbentuknya garis guratan berwarna merah disertai rasa gatal yang hebat. Warna kemerahan akan memudar dan meninggalkan bekas warna pucat dan permanen sifatnya. Stretchmark biasanya terbentuk di sekitar perut sampai ke bagian belakang tubuh, dan bahkan ke pinggul dan bokong, Kalo sudah terbentuk, maka susah untuk menghilangkan seperti semula. 
Sebenarnya stretchmark itu tergantung kulit orang. Ada yang kulitnya elastis untuk mengakomodasi perubahan dalam kehamilan tanpa menimbulkan stretchmark. Namun ada yang tidak.
Stretchmark juga bisa terjadi karena kenaikan berat badan yang drastis. So tetap jaga agar kenaikan berat badan perlahan-lahan.  
Bagaimana dengan krim anti stretchmark?  Lotion atau krim stretchmark bisa membuat kulit lebih baik (dalam arti stretchmark yang timbul ga terlalu parah) dan mengurangi gatal. Tapi krim anti stretchmark ini ga bisa mencegah timbunya stretchmark 100 persen.
Seperti yang saya ceritain di atas, kulit saya nih tebel dan kurang elastis. Walau sudah apply berbagai macam krim anti stretchmark, tetep aja nongol tuh stretchmark. Tapi emang sih krim anti stretchmark ini membantu sekali mengurangi gatal dan stretchmark yang keluar ga parah-parah banget.
Nah selama kehamilan pertama hingga ketiga ini, saya telah mencoba beberapa krim anti stretchmark, mulai dari Clarins, Mothercare, Momilen, hingga Olive Oil. 
So here are my thoughts…
CLARINS
Foto diatas saya ambil dari website, sebab produk yang saya miliki sudah habis dan botolnya sudah saya buang😀 Tapi sepertinya yang dulu saya pake bukan Clarins yang kayak di foto ini.
Kalo diliat dari bentuk botolnya sih bener kayak gini, tapi tulisan di botolnya kok agak lain ya. Apa sekarang dah ganti yang baru ya?
Well, saya beli produk ini karena banyak review yang mengatakan bahwa the best anti stretchmarks adalah Clarins. Gara-gara reviewnya yang gilang gemilang, akhirnya saya pun memutuskan untuk membelinya.
 
Jadi si Clarins ini bentuknya bukan krim, melainkan oil. My opinion, produk ini enak banget. Apalagi pas perut gatel. Begitu apply oil ini, gatel-gatel di perut pelan-pelan ilang. Begitu pula dengan baunya…Very relaxing…
 
Tapi untuk menghilangkan stretchmark sih kayaknya sama aja. Soalnya stretchmark di perut saya tetep aja muncul. Yah secara emang dasarnya kulit saya ini tebel and kurang elastis😀
 
 
MOTHERCARE
Saya tidak melampirkan gambar krim anti stretchmark Mothercare sebab di websitenya kok botolnya dah ganti ya…Mungkin bisa jadi udah ganti yang baru karena terakhir saya beli sekitar 5 tahun lalu.
Saya membeli krim ini karena saya berpikir bahwa produk Mothercare itu berkualitas. Sebagai sebuah toko yang menyediakan produk keperluan ibu dan baby rasanya produk Mothercare berkualitas bukan?
 
Sayangnya pemikiran saya ini salah. Krim anti stretchmark dari Mothercare ini biasa aja. Nothing special. Kalo saya apply krim ini, gatal di perut tetap ada. Rasanya seperti memakai lotion biasa. Nothing special…
 
MOMILEN
Nah kalo krim yang satu ini saya beli saat kehamilan ketiga ini. 

Jadi ceritanya suatu hari perut saya gatal banget. Kebetulan saat itu saya lagi antar mama saya ke apotek. Saya pun bertanya kepada petugas apotek apakah ada krim anti stretchmarks di sana Si petugas menyarankan saya untuk membeli momilen. 
 
Kesan saya, Momilen ini biasa aja. Cuman kalo dalam hal mengurangi gatal lumayan lah…
——————————————————————————–
Berdasarkan pengalaman dengan beberapa merk ini, saya pun memutuskan untuk memakai Olive Oil aja pada kehamilan ketiga ini.
 
Alasan saya lebih memilih Olive Oil daripada krim anti stretchmark lainnya sudah saya ceritakan di blog saya sebelumnya
 
Intinya kulit saya ini tebel, jadi memakai krim anti stretchmark manapun tetep aja hasilnya muncul stretchmark. Bedanya kalo pake krim anti stretchmark gatal di perut berkurang and guratan stretchmark ga parah-parah amat…
 
IMO, stretchmark tidak bisa dihilangkan hanya bisa dicegah… Apalagi buat saya yang kulitnya punya bakat stretchmark…Pasti ya keluar lah guratan-guratan ini.
 
Kuncinya kulit harus selalu lembab. Kelembapan kulit bisa didapat dari Olive Oil….Minyak yang satu ini melembabkan plus aman bagi mommy and baby…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s