5 Aug 13 : Dare defend our marriage…

Tidak ada pernikahan yang mudah.

Semua pernikahan membutuhkan kerja keras, saling pengertian, empati, serta usaha dari dua pihak. Yes, its not easy my friend….

Banyak sekali faktor yang dapat men-trigger pertengkaran diantara suami-istri. Salah seorang pembimbing rohani saya berkata bahwa masalah-masalah dalam pernikahan itu antara lain dipicu oleh uang, seks, dan pihak ketiga (mertua, ipar, selingkuhan).

Namun menurut saya, sebuah pernikahan tidak hanya disebabkan oleh masalah yang serius, Bahkan masalah sepele seperti tidak ada ART pun bisa bikin suami istri bertengkar. Nanti saya akan jelaskan lebih lanjut di bawah J

Selain masalah-masalah diatas, pertengkaran juga dapat dipicu oleh perbedaan sifat dasar antara perempuan dan laki-laki. Men are from Mars and Women are from Venus. Sepertinya banyak sekali yang sudah mengulas perbedaan diantara kedua jenis kelamin ini. Jadi saya tidak akan membahas lebih detail perbedaan ini.

Namun yang paling saya rasakan dai perbedaan sifat dasar ini adalah dalam hal mengutarakan pendapat. Suami sangat simple, langsung to the point dalam hal mengutarakan pendapat. Kalo saya? Mbulet (bahasa Jawa artinya muter-muter ga langsung ke topik permasalahan). Maunya si suami ngerti tanpa saya harus ngomong. Iya juga sih, emangnya suami saya dukun? LOL…

Begitu pula dengan seks. Jika laki-laki langsung tancap gas, kasarnya ada perempuan langsung hajar, maka lain halnya dengan perempuan. Perempuan maunya ada suasana yang mendukung. Perempuan maunya si laki-laki menghargai dia dulu baru ngajak bercinta. Jangan ujug-ujug, ga ada A-B-C langsung hajar. Emangnya perempuan siapa? Hanya alat pemuas napsu?

Itulah makanya kita perlu menyelesaikan masalah secara tuntas. Perlu ada yang namanya komunikasi ataupun keterbukaan diantara suami istri. Menyangkut seks sekalipun. Saya punya dua orang teman yang sangat terbuka dalam hal seks dengan suaminya.

Intinya tidak boleh yang namanya mengambangkan/menggantungkan sebuah masalah. Ujung-ujungnya masalah itu ga pernah selesai dan malah bisa menjadi bom waktu yang meledak sewaktu-waktu.

Si bom waktu dapat dengan mudah meledak oleh masalah kecil sekalipun. Tiadak adanya ART misalnya.

Pernah donk para ibu-ibu dihadapakan pada suatu situasi dimana Anda harus mengurus bisnis, rumah, dan anak dalam satu ketika?

Bangun pagi langsung loading, “Masak apa hari ini?”. Sedangkan di satu sisi saya ini bodoh sekali masak. Bagi saya memasak itu menyiksa banget. Lalu masih harus menjaga toko, membersihkan rumah (menyapu, mengepel, dsb), mengurus bayi dan anak, mencuci baju, setrika baju…..Lalu suami seperti biasa manja banget. Minta diambiin sabun lah, air lah, kopi lah…..Never ending story…Oh yes kill me please. Hadeuh, rasanya capek dan emosi tingkat dewa. Berasa senggol bacok dah.

Tapi itulah pernikahan.

Banyak sekali hal-hal menyebalkan yang bakalan terjadi.

Tapi disitulah kita ditantang untuk menjadi dewasa. Never give up.

There is no perfect and easy marriage. But we dare defend our marriage.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s